Keterpaduan Program Pembangunan yang Berkelanjutan dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah Menuju Kota Depok yang Unggul, Nyaman, dan Religius, menjadi tema dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020. Musrenbang yang terselenggara di Aula PT. Mahakarya Sukses Indonesia (MSI) Kel. Cimpaeun Kec. Tapos, dibuka oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris. Musrenbang dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Depok, perwakilan Perangkat Daerah, Lurah, LPM, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Tapos, Kamis (06/02/2020).
Mengawali musrenbang, Camat Tapos, Dadi Rusmiadi menginformasikan bahwa musrenbang kelurahan telah selesai pada 20 Januari 2020. “Ada sekitar 18 milyar usulan prioritas yang masuk dari hasil musrenbang kelurahan. Musrenbang kecamatan ini menjadi wadah untuk mempertajam dan menyelaraskan kembali usulan-usulan tersebut. Kita perkuat juga komitmen untuk merealisasikannya sehingga benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya menambahkan, IPM Tapos usulan non prioritas yang masuk sekitar 382, 2 milyar, dan bisa diajukan kepada DPRD atau pun perangkat Daerah.
Dadi menginfomasikan bahwa IPM di Tapos masih terbilang rendah, karena itu diharapkan kegiatan usulan diutamakan untuk mendongkrak IPM agar lebih meningkat, seperti bidang kesehatan dan ekonomi. “Alhamdulillah di Tapos sudah memiliki sekitar 200 UMKM, semoga bisa terus bertambah. Semoga tingkat kesehatan di Tapos juga meningkat,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kota Depok Mochamad Taufik, pun menghimbau untuk mengusulkan program dan kegiatan untuk mendorong IPM Kecamatan Tapos, terutama bidang kesehatan. “Kami akan terus perjuangkan dan menggiring agar seluruh kebutuhan Kecamatan Tapos terpenuhi. Maksimalkan anggaran yang ada dalam rangka peningkatan IPM,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Wali Kota Depok mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Indeks Ketahanan Keluarga (IKK) ada tiga unsur penilaian, di antaranya, unsur sosial. Kemudian ada unsur fisik yang berkaitan dengan fasilitas penunjang ketahanan keluarga. Dan unsur psikologis yeng terkait dengan tingkat kebahagian masyarakat.
Unsur fisik di Tapos cukup tinggi mencapai sekitar 80 dan unsur psikologis dianggap baik karena berada di angka 74. Namun IPM di Tapos menduduki peringkat kedua dari bawah. Karena itu, usulan dan program yang diajukan harus benar-benar disesuaikan dengan permasalahan yang ada di Tapos. “Selamat bermusyawarah, rangkum semua skala prioritas agar IPM Tapos bisa terus meningkat,” tutur Idris menambahkan, untuk tahun 2021 pembangunan infrastruktur pun harus berbasis pada permasalahan di kota depok.
Depok, 6 Februari 2020
Sub Bagian Humas dan Dokumentasi
Bagian Promentasi Setda Depok
Siti Kholasoh