Uncategorized

Wali Kota Depok Ajak Warga Tanamkan Kesadaran Lingkungan

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 19 Nov 2019
  • Waktu: 11:00 WIB
Sebanyak 100 orang pengelola Bank Sampah mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas, bertempat di Villa Bukit Pinus, Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (19/11/2019). Para peserta terdiri dari koordinator Bank Sampah kecamatan, perwakilan Bank Sampah Unit dari 11 kecamatan serta Tim sosialisasi Pemilahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. 

Dalam laporannya, Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Iyay Gumilar menyampaikan, acara akan berlangsung selama 2 hari yakni Selasa-Rabu, 19-20 Nopember 2019. "Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mendorong masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup", ungkapnya. Dirinya juga menambahnya, kegiatan ini juga sebagai apresiasi kepada masyarakat yang memiliki konsistensi serta komitmen yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup, diantaranya para pengelola Bank Sampah.

Kepala DLHK, Ety Suryahati menyampaikan apresiasi kepada para pengelola Bank Sampah, karena Bank Sampah merupakan salah satu titik pantau yang memberikan sumbangsih nilai yang baik pada Raihan Piala Adipura pada tahun 2017 lalu. "Pengurangan sampah salah satunya diupayakan dalam program Bank Sampah. Melalui Bank Sampah akhirnya ditemukan solusi inovatif untuk membiasakan masyarakat memilah sampah dan memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis atau dapat didaur ulang", ujar Etty. 

Untuk diketahui, saat ini di Kota Depok terdapat 378 Bank Sampah yang tersebar di 11 Kecamatan. Bank Sampah merupakan salah satu strategi penerapan pemilahan dalam upayapembatasan sampah yang merupakan bagian penting dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. 

"Saya mengajak seluruh komponen warga untuk menanamkan kesadaran lingkungan dalam menangani masalah sampah menuju Depok Bebas Sampah 2025 ", kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang turut hadir dalam acara yang diselenggarakan DLHK Kota Depok. Dikatakan Idris, kota metropolitan rata-rata punya masalah yang sama yakni produk sampah. 

Sebanyak 2,3 juta penduduk di Kota Depok, dengan kepadatan penduduk yang luar biasa, yakni 15 ribu jiwa/km, produksi sampah secara normatif kurang lebih 1.300 ton/hari. Sedangkan kapasitas TPA terbatas sekitar 750 ton/hari. "Kita ingin menyelesaikan permasalahan sampah, yang bukan saja terkait dengan TPA, tapi juga ada UPS dan Bank Sampah yang turut berperan mengedukasi masyarakat untuk merubah perilaku dan budaya memilah sampah", tambahnya. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada para pengelola Bank Sampah atas kerja swadaya dan ketulusannya dalam melakukan kebaikan sosial. Selain itu pihaknya menyampaikan bahwa pada tahun ini Kota Depok akan mendapat bantuan dari UNDP berupa satu bangunan Bank Sampah Induk di wilayah Tapos.

Siaran Pers

Selasa, 19 Nopember 2019

Sub bagian Humas dan Dokumentasi

Sekretariat Daerah Kota Depok

Rokhmi Handayani Rahayu