Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjadi narasumber dalam talk show Speak After Lunch, di iNews Tv, Rabu siang (26/09/2018). Selama kurang lebih tiga puluh menit, Wali Kota berbincang mengenai Membangun Depok dengan Friendly City dengan dipandu oleh Kieky Cahya.
Keberadaan Kota Depok diantara Bogor dan Ibukota Jakarta menjadi perhatian penting Pemerintah Kota Depok. Infrastruktur yang terus dibangun menjadikan Kota Depok menjadi berkembang dan lebih maju. Dalam majukan dan membangun Kota Depok, Pemkot membuat program yang disebut dengan Friendly City. Dalam talk show tersebut Wali Kota menjelaskan tentang Depok friendly city. Dimana Depok friendly city terjemahannya ialah kota bersahabat.
"Sebagi kota hunian, kita ingin Kota Depok menjadi kota yang nyaman. Friendly city diterjemahkan juga menjadi kota bersahabat, yakni kepanjangan dari bersih, sehat, asri dan bermartabat. Friendly dalam arti bersahabat dengan seluruh kalangan, baik dari segala usia dan segala etnis," ungkap orang nomor satu di Depok.
Selanjutnya, Pemkot Depok melalui salah satu program unggulannya yakni zero waste city diarahkan kepada upaya diantaranya pengurangan sampah mulai dari sumbernya, dengan memilah sampah. "Dengan memilah sampah mulai dari sumbernya, akan mengurangi jumlah sampah yang akan masuk ke TPA. Selain itu juga terdapat 500 bank sampah dan juga UPS juga turut andil dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA," terangnya.
Dalam melaksanakan program ini juga bukan tanpa kendala. Diantaranya ialah terkait kesadaran masyarakat. "Kendala yang cukup krusial yakni kesadaran masyarakat, terkait budaya, budaya memilah sampah, perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah," ungkapnya.
Sementra itu, terkait kesehatan, Depok mempunyai program unggulan smart healthy city yang diimplementasikan melalui peningkatan pelayanan kesehatan berbasis IT, mulai dari input, proses hingga output. Terkait hal tersebut, Wali Kota menerangkan bahwa Kota Depok memiliki sejumlah aplikasi yakni Simpus (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas), Bridging simpus-P.Care (Sistem Informasi Puskesmas di bridging-kan dengan Primary Care BPJS Kesehatan), Sippkling (Sistem Informasi Pemetaan Profil Kesehatan Lingkungan), Sibugar (Sistem Informasi Kebugaran), Sindu (Sistem Informasi Posyandu), Sipnakes (Sistem Informasi Perizinan Tenaga Kesehatan), Sibima (Sistem Informasi Bidan Praktek Mandiri), Simpok Sehat (Sistem Informasi Kota Depok Sehat), Sipkap (Sistem Informasi Pelaporan dan Keamanan Pangan), Simawas (Sistem Informasi Mandiri dan Waspada Berbasis Masyarakat), Sipo (Sistem Informasi Pengelolaan Obat) dan SIM RS (Sistem Informasi Manajemen RS).
Selain itu, Pemkot saat ini juga tengah membangun alun-alun kota sebagai ruang publik yang terintegrasi mulai dari RTH, sarana bermain bagi balita, anak-anak dan lansia, sarana perekonomian masyarakat, ruang kreatifitas bagi pemuda dan lain-lain. "Tahun 2018 ini, pembangunan alun-alun kota sudah masuk pembangunan tahap 1, yaitu pembangunan seluas 1,8 ha dari rencana total pembangunan seluas 3,6 ha," terangnya.
Siaran Pers
Sub Bagian Humas & Dokumentasi
Sekretariat Daerah Kota Depok
Rabu, 26 September 2018
Rokhmi Handayani Rahayu