Uncategorized

Idris : P2WKSS Bukan Sekedar Program Parsial dan Temporal

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 25 Sep 2018
  • Waktu: 09:09 WIB
Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), di katakan Wali Kota Depok Mohammad Idris sebagai program strategis dari sisi pengarusutamaan gender. Melalui program ini, perempuan diberikan akses dan peran yang besar di masyarakat.

 

“P2WKSS bukan ajang perlombaan semata, tetapi untuk menyamaratakan gender antara peranan perempuan dengan laki-laki. Menang kalah di provinsi hanyalah bonus, yang jelas pembangunan dan pembinaan warga harus terus dilakukan,” ujar Mohammad Idris usai menerima Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Lokasi P2WKSS Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (25/09/2018).

 

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa program P2WKSS bukan sekedar program parsial atau program yang melibatkan beberapa pihak saja, tapi program P2WKSS merupakan program yang melibatkan banyak pihak. Selain itu juga Program P2WKSS juga bukan program temporal atau hanya sesaat, melainkan program yang berkesinambungan dan pelaksanaannya menggunakan pendekatan kolaboratif dan koordinatif.

 

Wali Kota juga menegaskan bahwa program P2WKSS bukan terkait wanita saja, tapi juga terdapat peranan laki-laki didalamnya. “P2WKSS bukan sekedar program yang terkait wanita, tapi juga melibatkan peran laki-laki, mulai dari Ketua RT/RW, Ketua LPM hingga tokoh agama,” tambahnya. “Program ini dinilai dari berbagai unsur dan pengumuman pemenangnya per kategori. Jadi ini tidak main-main. Apapun kategorinya, pada hakikatnya program P2WKSS untuk meningkatkan peranan wanita demi pembangunan yang lebih baik lagi,” terangnya.

 

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Tim Verifikasi Provinsi Jawa Barat, Agus Kurniawan mengatakan, pihaknya akan melakukan penilaian pembangunan maupun pembinaan yang telah dilaksanakan masing-masing daerah kota/ kabupaten selama delapan bulan. “Sebelum menilai, kami akan membagi empat kelompok dalam sesi wawancara. Empat kelompok tersebut terdiri dari kelompok fisik, kelompok pembentukan kampung ramah anak, kelompok penyuluhan dan pelayanan kesehatan, serta kelompok pelatihan pembinaan dan pemberian bantuan,” terangnya.

 

Siaran Pers

Depok, Selasa 25 September 2018

Sub Bagian Humas dan Dokumentasi

Sekretariat Daerah Kota Depok

 

Rokhmi Handayani Rahayu