Hari Kedua Ramadhan, Walikota Berikan Kultum di Masjid Agung Balaikota
-
Penulis:Adminstrator
Tanggal:30 Jun 2014
Waktu:06:04 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 30 Juni 2014
Bertempat di Masjid Agung Balaikota Depok, seusai solat zuhur para jamaah mendengarkan kultum yang di bawakan oleh Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Isma`il. Dihari kedua bulan suci Ramadhan ini, Nur Mahmudi mengajak seluruh aparatur untuk mengevaluasi diri dan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, Nur Mahmudi mengutarakan 2 kunci yang dapat membangun semangat dalam mengisi ramadhan, salah satunya dengan membiasakan aneka kegiatan sunah. Kedua kunci tersebut adalah mensegerakan berbuka dan mengakhiri dengan sahur. “Saat berbuka jangan makan terlalu banyak. Saat sahur, makan relatif banyak (jangan berlebihan) agar memiliki cadangan energi saat berpuasa. Pilih menu makanan yang sehat dan jangan berlebihan, jangan sampai salah memilih jenis makanan” tutur Walikota.
Dalam kesempatan itu, Pemimpin Kota Belimbing mengatakan inti puasa relatif sederhana, yaitu tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan suami istri pada waktu yang telah ditentukan. “Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, ampunan, dan pelipat gandaan amal. Dalam bulan Ramadhan adapula kelebihan lain, yaitu malam lailatul qadar. Lailatul qadar adalah satu malam yang mulia yang Allah berikan khusus dan dikenal dengan kelebihannya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan” papar Nur Mahmudi yang kembali mengingatkan untuk memenuhi rukun dan syarat puasa, serta melihat kembali hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Puasa tidak menjadi alasan untuk kita berhenti beraktivitas. Perbanyaklah dzikir dan do’a, tingkatkan produktivitas dan kegiatan yang bermanfaat agar kita bisa benar-benar menjadi orang yang produktif walaupun berpuasa. “Semoga kita bisa mengisi ramadhan tahun ini dengan aneka kegiatan sunah dan meningkatkan kinerja dengan baik agar kita bisa memetik hikmahnya” tutur Walikota akhiri kuliah tujuh menit. (olas)