Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 30 Juni 2014
Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Ismail talkshow di Pop FM bersama Ketua TP PKK Kota Depok, Hj. Nur Azizah Tamhid, dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Agus Suherman. Talkshow bertema tentang ketersedian kebutuhan pokok di bulan Ramadhan 1435 H. Awali talkshow, Pemimpin Depok menuturkan dari sisi harga barang kebutuhan pokok relatif stabil dan ketersediaaan banyak, jadi tak perlu dikhawatirkan. “Kalau ada lonjakan, itu biasa terjadi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, namun masih relatif stabil. Untuk mengakali kenaikan harga, belanjalah seperlunya yang memang dibutuhkan” tutur Walikota seraya menghimbau warga Depok untuk menjadi konsumen yang cerdas. Jangan tergantung pada 1 jenis makanan saja, siasati jenis-jenis makanan apa yang harus dikonsumsi agar kita tidak terjebak dalam keterbatasa pada 1 jenis makanan saja, terutama jenis karbohidrat, yaitu nasi/padi. Karena kita memiliki aneka sumber karbohidrat, seprti umbi-umbian dan biji-bijian, yang jumlahnya hingga 77 jenis karbohidrat, papar Nur Mahmudi, Senin (30/6).
Pemimpin Kota Belimbing kembali memaparkan tentang gerakan diversifikasi makanan, atau yang lebih dikenal dengan One Day No Rice (ODNR). Dengan gerakan ini, kita perlahan-lahan mengurangi total konsumsi beras padi dengan melongok/melihat sumber-sumber karbohidrat lain. “Gerakan ini untuk menyadarkan kita bahwa mengkonsumsi selain beras padi itu sehat, mudah, dan murah. Kendala gerakan ini adalah kebelumpahaman masyarakat secara sempurna. Dan kami terus memberikan pemahaman-pemahan melalui berbagai cara, baik seminar, leaflet, brosur, diskusi, hingga bimbingan dalam berbagai momentum. Alhamdulillah, telah banyak rumah makan yang menjual nasi jagung dan telah banyak sekolah yang menerapkan gerakan ini” tutur Walikota ODNR.
Dalam talkshow, Kadisperindag meginformasikan bahwa pihaknya selalu melakukan monitoring baik harga maupun ketersediaan pangan di pasar tradisonal yang ada di Depok. Kami juga melakukan pengawasan terhadap perlindungan konsumen untuk meningkatkan keadilan di masyarakat. Hal itu kami lakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dar berbagai produk kadaluarsa dan kemasan yang berubah bentuk (penyok). “Untuk membantu masyarakat, kami juga menggelar pasar murah dengan membeikan setengah harga. Misalkan 1 paket (susu, tepung mocaf, gula, minyak, dan lain sebagainya) seharga 50 ribu, masyarakat cukup membayar 25 ribu. Pasar murah akan kami laksanakan di 11 Kecamatan pada minggu ke dua atau minggu ketiga Ramadhan. Semoga pasar murah ini nantinya akan meringankan masyarakat” ujar Agus Suherman.
Terkait dengan pasar murah, pada 26 Juni lalu Disperindag dan PKK telah melaksanakannya diwilayah Bedahan. Ketua TP PKK merasa prihatin terhadap warga yang berperilaku konsumtif. “Kita harus belajar dan harus menjadi orang pinter, jangan ikuti selera tetapi lihatlah kebutuhan. Ada 2 tips yang harus diikuti, yaiu segi pemanfaatan pekarang/ halaman rumah dan segi mental spiritual. (1) Ramadhan adalah bulan istimewa. Kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Jangan terbalik (meningkatkan makan). Penyediaan konsumsi berbuka dan sahur harus benar-benar dipilih dan jangan berlebihan. (2) Terkait dengan pemanfaatan halaman, PKK memiliki program Halaman Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) yang memiliki 6 peran, diantaranya sebagai warung hidup, apotek hidup, lumbung hidup, bank hidup, peternakan dan perikanan.
“Aktiflah di PKK dan ikuti program HATINYA PKK agar kita tida berpengaruh dengan gejolak kenaikan harga. Selamat menunaikan ibadah puasa, pilihlah makanan yang sesuai dengan kebutuhan yang memenuhi syarat gizi, kesehatan, dan kantong” himbau Nur Azizah. Diakhir talkshow, Walikota menghimbau kepada warga agar belanja di pasar tradisonal dan jangan tergantung pada 1 jenis tertentu untuk kebutuhan pangan dan manfaatkan lahan sekecil apapun untuk mengurangi pengeluaran belanja. (olas)