Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 25 Juni 2014
Chalifa Adhelinna Fahira adalah siswa paud di Kota Depok, anak yang baru berumur 5 tahun, merupakan korban meninggal dunia akibat keracunan makanan. Chalifa beserta 19 0rang teman lainnya mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi sate usus goreng, yang dijual oleh pedagang jajanan anak. Chalifa meninggal dunia, karena daya tahan tubuhnya tidak kuat menerima racun dari sate usus yang menyerang saluran pencernaannya.
Dinas Kesehatan Kota Depok telah mengambil sample dari sate usus tersebut dan sedang menunggu hasil sari lab di IPB.
Rabu, 25 Juni 2014 Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc beserta Ibu, Nur Azizah Tahmid, Ma selaku bunda paud mengunjungi rumah duka di No.93 Kelurahan Sawangan Baru Kecamatan Sawangan, Depok.Kedatangan Walikota beserta Ibu untuk memberikan ucapan bela sungkawa dan memberikan dukungan moril kepada orangtua korban. Turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Kadisnakersos, Disdik.
Bunda Paud Nur Azizah Tamhid, menghimbau kepada para orangtua agar menyiapkan bekal anak-anak dari rumah, sehingga asupan untuk anak adalah makanan yang higienis, sehat dan Amanda. Lakukan Pengawasan kepada anak- anak agar mereka tidak jajan sembarangan, "tuturnya.
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, mengatakan hal yang serupa. Beliau mengatakan Pemerintah Kota Depok telah melakukan tindak preventif melalui Dinas Kesehatan Kota Depok untuk melakukan edukasi dan sosialisasi agar membuat jajanan dari bahan bahan yang aman untuk kesehatan anak dan aman untuk dikonsumsi oleh anak- anak. Saat ini, dinas kesehatan masih menunggu hasil lab dari IPB, dan oknum pedagang tersebut sudah diamankan oleh pihak berwenang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Dr.Lis Karnawati, mengatakan, "pengawasan telah dilakukan dan edukasi kepada pedagang telah dilakukan sebelum ada kasus ini, namun kami masih saja kecolongan. Pengawas khusus bahkan telag dibentuk bekerjasama dengan sekolah dan puskesmas, untuk mengawasi jajanan anak di sekolah, meneliti jajanan dan mengedukasi para pedangan tersebut. Semoga saja kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, dengan kerja sama para orangtua dan seluruh masyarakat," tuturnya. (Endang)