Press Release
Protokol dan Dokumentasi Setda Depok
Rabu, 20 September 2017
Jakarta - Walikota Depok Mohammad Idris menjadi narasumber dalam Seminar Nasional ke-13 Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN) Tahun 2017.
Seminar sehari tersebut mengusung tema 'Membangun Kualitas dan Karakter Pemerintahan sebagai Pamong Bhineka Tunggal Ika'. Seminar yang dimotori oleh STIP-AN, berlangsung di Gedung Pewayangan Kautamaan, Jl Raya Pintu I TMII, Jakarta. Seminar diikuti oleh mahasiswa dan dosen STIP-AN, Rabu (20/09/17).
Mengawali materinya, Walikota Depok mengatakan bahwa pemimpin adalah seorang pelayan. Dimana pelayanan adalah memengaruhi kebaikan pada taraf hidup yang kita pimpin. "Setiap orang bisa menjadi presiden, gubernur, walikota, bupati, dan lain sdbagainya. Namun, karakteristik pemimpin yang melayani belum tentu dimiliki oleh setiap orang. Dan semua itu membutuhkan evaluasi secara bertahap dan berjenjang," paparnya.
Idris melanjutkan, pemimpin itu harus memiliki integritas. Dimana kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual tercakup didalamnya. Dalam Integritas juga mengandung beberapa hal seperti ikrar (harus dipahami isinya), tekad, empati, giat dengan rajin, inovasi, tawakal, dan sabar.
Pemimpin Kota Depok pun mengungkapkan beberapa hal selain integritas, yaitu loyalitas (loyal pada sistem), kapasitas, otoritas, dan kontribusi. "Semoga seminar ini bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap untuk menjadi pelayan dan memberikan layanan maksimal dengan integritas," harap orang nomor satu di Depok.
Seminar tersebut juga diisi materi tentang model kepemimpinan pemerintahan sebagai pamong bhineka tunggal ika oleh Gubernur IPDN dan Pembinan YPANN, Prof. Dr. Ermaya Suradirota, strategi membangun kualitas dan karakter pemimpin pemerintahan pamong bhineka tunggal ika oleh Rektor IPDN, Prof. Dr. Inyoman Sumaryadi, M.Si, dan garis besar keterampilan abdi negara/pemimojn melayani masyarakat oleh Bupati Minahas. (Olas)