Siaran Pers
Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok
Selasa, 19 September 2017
Adara Relief Internasional bekerjasama dengan AISI Foundation atau lembaga Akselerasi Islam Siswa Indonesia akan mengadakan acara Gemuruh atau Gebyar Muharam pada Kamis, 21 September mendatang di Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Hal tersebut disampaikan oleh Anggraeni selaku Humas Adara Relief Internasional pada saat audiensi dengan Walikota Depok, di Ruang Kerjanya Lantai 2 Balaikota Depok, Selasa (19/9/2017).
Walikota Depok, Mohammad Idris menerima kedatangan Adara dan AISI, dengan didampingi Kepala Diskominfo dan Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok. Dalam kesempatan tersebut, Anggraeni memaparkan rencana kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1439 H, yang diberi nama Gemuruh atau Gebyar Muharam. Pada acara yang akan dihadiri para pelajar dan masyarakat umum tersebut akan diisi dengan penggalangan dana, lelang barang-barang dari Palestina, pameran hasil karya anak-anak difabel Kota Depok dan juga pengumuman pemenang lomba poster dan video tentang Palestina yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Acara ini mengusung tema ‘Banyak Cinta Untuk Palestina’ ingin mengedukasi anak-anak para pelajar khususnya, dan masyarakat pada umumnya untuk lebih mengenal dan mencintai Palestina. Akan hadir sebagai narasumber pada acara ini dr. Amal Khalifah yang merupakan warga negara Palestina dan Nurjanah Hulwani selaku Ketua Adara Relief Internasional,” terang Anggraeni.
Adara Relief Internasional merupakan sebuah lembaga sosial kemanusiaan di Indonesia yang fokus membantu anak-anak dan perempuan Palestina. “Adara Relief Internasional fokus pada anak-anak dan perempuan di Palestina. Kegiatan yang kami lakukan diantaranya ialah membantu perjuangan Palestina dengan membantu keluarga miskin di Gaza yang hanya mendapat pasokan listrik tiga jam perhari, membantu 1000 yatim di Palestina dengan memberikan bantuan 10juta rupiah pertahun/anak yatim untuk biaya sekolah dan lainnya. Selain itu Adara juga membantu membangun rumah yang dihancurkan Yahudi disekitar Masjid Al Aqsa, diantaranya dengan gerakan Koin Untuk Palestina yang telah berjalan selama kurang lebih empat bulan,” kata Nurjanah Hulwani, Ketua Adara Relief Internasional.
Sementara itu dr. Amal Khalifah salah seorang warga negara Palestina yang menjadi salah satu narsum pada acara Gemuruh, menyampaikan apresiasinya pada warga Indonesia yan meskipun jaraknya sekitar 80ribu km dengan Palestina, tapi dukungannya terhadap negara tersebut sangat besar. “Ini sudah kali ketiga saya berkunjung ke Indonesia, saya melihat betapa besar dukungan Indonesia terhadap Palestina. Hal ini sepatutnya menjadi contoh dan dapat ditiru oleh negara-negara lain,” kata dr. Amal.
Dokter kelahiran tahun 1966 ini fokus pada penelitian tentang Palestina dan telah melakukan penelitian selama kurang lebih 20 tahun. Dirinya mengungkapkan keinginannya untuk menanamkan kecintaan terhadap Masjid Al Aqsa. Karena menurutnya, umat yang mulia adalah umat yang bisa menjaga peninggalan sucinya, seperti Masjid Al Aqsa. Lanjutnya lagi, ketika anak-anak disodorkan gambar Masjidil Haram mayoritas banyak yang mengetahui, tapi ketika di tanya Masjid Al Aqsa bahkan banyak yang tidak tahu. Ini menjadi PR bagi kita untuk lebih mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Masjid Al Aqsa.
Sementara itu, Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan bahwa pembelaan Indonesia yang mayoritas umat muslim terhadap Palestina sudah tertuang dalam pembukaan UUD 1945. “Pembelaan Indonesia terhadap Palestina sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dimana dikatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka seluruh penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ungkap Idris. Lanjutnya, dirinya mendukung langkah yang dilakukan Adara untuk mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Palestina dan Masjid Al Aqsa khususnya, diantaranya melalui gambar sebagai media terhadap anak-anak. Karena pada dasarnya secara fitrah anak-anak menyukai gambar. Dan ini sekaligus mengenalkan Masjid Al Aqsa sebagai salah satu tempat suci umat islam ke tiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. (Mira)