Siaran Pers

Walikota Membuka Festival Rebut Dandang di Bojongsari

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 15 Sep 2017
  • Waktu: 09:31 WIB
Press Release
Protokol dan Dokumentasi Setda Depok
Jum’at, 15 September 2017

 

Bojongsari - Jaman boleh berubah, tetapi budaya harus tetap dan terus dipertahankan. Budaya betawi begitu kental dengan Kota Depok, untuk itu seni dan budaya memiliki ruang yang luas untuk berkembang.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Depok Mohammad Idris saat membuka Festival Rebut Dandang. Festival tersebut terselenggara di Jl. Raya Ciputat No.2 Rt. 2/2 Bojongsari, Depok. Pembukaan tersebut dihadiri oleh Camat Bojongsari beserta para Lurah se-Bojongsari, Camat Cinere, dan perwakilan dari Disporyata Kota Depok. Dalam festival tersebut, setiap Kecamatan menurunkan jawaranya untuk berlaga rebut dandang, Jum’at (15/09/17).

Walikota mengatakan festival ini sebagai bentuk kepedulian dan media sosialisasi terhadap budaya Betawi. “Semoga perkembangan jaman tidak akan menghilangkan identitas dari budaya yang kita miliki,” harap Idris seraya menginformasikan bahwa ketentuan pakaian adat khas Depok yaitu pakaian betawi, tertuang dalam Peraturan Walikota Depok, Nomor 18/2014 tentang pakaian adat khas Kota Depok.

“Perwal sebagai sebuah legalitas bahwa pakaian betawi itu sebagai pakaian adat kota Depok. Begitu juga dengan pakaian formal, pakaian pengantin, pakaian upacara-upacara adat dan beberapa hal terkait, seperti tarian-tarian. Kami akan terus mendorong kebudayaan betawi dan seni budaya lainnya untuk berkembang dan tumbuh bersama di tengah kemajuan jaman,” ujar Idris. (olas)