Siaran Pers

Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan Cari Camat Unggul

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 07 Sep 2017
  • Waktu: 09:53 WIB
Siaran Pers

Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok

Kamis, 7  September 2017

Dalam rangka mencari Camat Unggul, Pemkot Depok melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Depok menggelar Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan yang diikuti 11 kecamatan se-Kota Depok. Hal ini juga untuk menyiapkan sekaligus mengikutsertakan Camat Unggul tingkat Kota Depok dalam penilaian tingkat provinsi dalam lomba sinergitas kinerja kecamatan se-Jawa Barat. Terselenggaranya lomba ini atas dasar UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan, Pergub No 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan serta Perwa Depok Tahun 2016 tentang SOTK Kecamatan.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Depk, Hamid Wijaya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini ialah untuk menilai pelaksanaan urusan pemerintahan dan capaian kinerja di kecamatan, mendorong kesinambungan antar penyelenggara pemerintahan, koordinasi dan keterpaduan kinerja di wilayah kecamatan. “Adapun tujuan utama dari kegiatan ini ialah untuk mengembangkan kemampuan, motivasi, kreatifitas dan inovasi dalam memepercepat pelaksanaan pembangunan,” ujarnya pada penilaian sinergitas kecamatan, di Kantor Kecamatan Beji, Kamis (7/9/2017).

Lebih lanjut Hamid menerangkan bahwa dalam penilaian lomba ini dilakukan dengan dua cara yakni ekspose Camat dan wawancara. “Penilaian dilakukan dengan cara ekspose Camat meliputi profil kecamatan, koordinasi, kreatifitas, inovasi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, kesos, trantib, aspirasi masyarakat. Selain itu juga melalui wawancara dengan perangkat kecamatan, para Lurah dan unit kerja,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa pada lomba ini yang menjadi instrument penilaian terbesar ialah Camat yakni pemahaman Camat terhadap berbagai aspek diantaranya administrasi, koordinasi, pembinaan kelurahan, pelayanan publik, kegiatan inovasi, pendidikan, kesejahteraan sosial, kesehatan, ekonomi, hukum, keterampilan dan pengetahuan, kepemimpinan, pengalaman kerja, wawasan dan kebutuhan riil masyarakat. Faktor individu Camat mendapat bobot nilai sebesar 60%. Sementara itu faktor Sapras (Sarana Prasarana) kecamatan seperti penataan ruang kantor, halaman kantor, parkir, taman, toga dan lain-lain mendapat bobot nilai sebesar 40%.

“Dalam penilaian ini ada 15 indikator penilaian terhadap Camat, sisanya 3 indikator terkait sapras. Diharapkan melalui lomba ini akan meningkatkan kinerja Camat dan sinergitas dengan perangkat kerja kecamatan,” harap Walikota. Dirinya juga menambahkan bahwa seorang Camat membutuhkan sedikitnya tiga faktor yakni kapasitas, integritas, dan loyalitas. “Kita ingin Camat mempunyai tiga hal. Pertama, kapasitas, termasuk didalamnya kompetensi. Kedua integritas, kerjanya untuk system bukan kerja untuk orang-perorang, namun untuk kemaslahatan yang lebih publik atau lebih umum. Ketiga, loyalitas, loyalitas kepada pimpinan dan loyalitas kepada system,” kata Idris. Dalam pelayanan publik, menurutnya saat ini yang dibutuhkan tidak hanya exelent service bukan sekedar servis yang bagus tetapi juga yang perlu menjadi perhatian ialah costumer care exelent  atau perhatian, kepedulian kepada costumer. (mira)