Siaran Pers

Walikota Gunting Pita di Padepokan Pintar Pemilu

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 11 Aug 2017
  • Waktu: 09:11 WIB
Press Release
Protokol dan Dokumentasi Setda Depok
Jum’at, 11 Agustus 2017

Pancoran Mas – Walikota Depok Mohammad Idris menghadiri launching Padepokan Pintar Pemilu (Papinlu) di Kantor KPU Kota Depok.

Launching tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pemimpin Kota Depok, Jum’at (11/08/17). Terlihat hadir Komisioner KPU RI, Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Ketua KPU Kota Depok, Forkopimda, Ketua Kesbangpol Depok, dan Pengurus Partai Politik di Kota Depok.

Ketua KPU Depok Titik Nurhayati menginformasikan Papinlu tidak hanya sebagai tempat kordinasi saja, tetapi sebagai sumber informasi bagi masyarakat untuk mencari data tentang demokrasi dan kepemiluan. “Disini ada beragam pustakan yang dilengkapi dengan teknologi. Papinlu bisa menjadi rumah belajar bagi siswa dan tidak dikenakan biaya. Kami juga bersedia menjadi guru tamu secara gratis bagi sekolah di kota Depok,” terangnya.

Awali sambutannya, Walikota Depok Mohammad Idris mengapresiasi KPU Kota Depok yang telah melakukan inovasi. “Papinlu adalah inovasi dari KPU. Sebelumnya juga ada istilah kampung pilkada yang memberi bantuan begitu representatif. Semoga inovasi baru KPU Depok ini bisa lebih menggeliatkan dan meningkatkan kesadaran berdemokrasi dan mencerdaskan masyarakat terhadap kehidupan politik dan demokrasi,” tutur Idris seraya menghimbau KPU untuk memperkuat kordinasi dengan OPD terkait, seperti Kesbangpol untuk meningkatkan kepesertaan dalam pemilu.

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengingatkan bahwa tugas KPU hanya dua, yaitu melayani pemilih menggunakan haknya dan melayani partai politik secara adil dan setara. “Papinlu sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Papinlu arus terbuka terhadap siapa pun. Tidak salah jika KPU melaksanakan kursus kepemiluan kepada siapa pun termasuk parpol. Karena pemilu dan demokrasi menjadi milik bersama. Semoga kehadiran Papinlu bisa menjadi media sosialisasi dan mencerdaskan masyarakat tentang pemilu dan demokrasi,” ujarnya. (olas)