Press Release
Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok
Rabu, 19 Juli 2017
Malang – Pemerintah Kota Depok mengenalkan tradisi rebut dandang saat pawai budaya nasional di kota Malang.
Pawai budaya yang merupakan rangkaian Rakernas Apeksi, memberi warna tersendiri dan sangat ditunggu-tunggu. Karena dalam pawai tersebut, setiap daerah bisa menyuguhkan beragam kreasi menarik lewat seni dan budaya yang menjadi khas daerah masing-masing. Pawai Budaya dibuka oleh penampilan kesenian dari Kota Malang sebagai tuan rumah. Pawai tersebut dimulai dari simpang balapan dan finish di luar Stadion Gajayana, dengan jarak 1,5 kilometer.
Walikota Depok Mohammad Idris dan Ketua PKK Kota Depok Elly Farida turut serta dalam pawai tersebut. Disana Pemimpin Kota Depok sempat menyerahkan alat music “Taehan” yang menjadi khas kota Depok. Tak hanya itu, Walikota juga menyerahkan golok dan gong si bolong yang dibuat asli dari Depok. Ketua PKK Kota Depok pun memberikan batik khas kota Depok kepada Walikota Malang dan Ketua TP PKK Kota Malang.
“Rombongan pawai Depok terdiri dari 40 pelaku seni dan 48 Aparatur Sipil Negara (ASN). Rombongan kami dimeriahkan oleh tarian godek kayu dan goyang amprok dari sanggar Ayodya Pala Depok dan tradisi rebut dandang oleh Lembaga Usaha Melestarikan Budaya Seni (LUMBUK) Kota Depok,” jelas Walikota, Rabu (19/07/17) .
Idris mengatakan, kegiatan pawai budaya ini sebagai sarana untuk memperkenalkan seni dan budaya dari masing-masing peserta Apeksi. “Semoga seni dan budaya kota Depok bisa dikenal dan disukai oleh masyarakat,” harapnya. (olas)