Siaran Pers

Dialog Interaktif Wakil Walikota Depok Seputar Mudik 2017

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 21 Jun 2017
  • Waktu: 08:23 WIB
Siaran Pers

Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok

Rabu, 21 Juni 2017

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah sudah didepan mata. Jelang Idul Fitri, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, melakukan kegiatan dialog interaktif seputar mudik secara on air di Bens Radio, Jakarta, Rabu (21/06/2017). Hadir mendampingi Wakil Walikota Depok, Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi, Nessi Annisa Handari dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Nasrudin.

Pradi menyampaikan bahwa jumlah pemudik di Kota Depok untuk tahun ini diprediksi sejumlah 22 ribu orang. Jelang mudik, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan menyelenggarakan beberapa kegiatan yakni pemeriksaan urin bagi para pengemudi angkutan bus bekerjasama dengan pihak kepolisian, menyediakan posko terpadu yang melayani para pemudik, pengaturan lalu-lintas di titik rawan kemacetan, pendataan pemudik didalam dan diluar terminal. Selain itu, saat ini warga Depok yang telah mendaftar mudik gratis sejumlah 614 orang dengan 300 kendaraan roda dua. Adapun posko pelayanan terpadu diantaranya ada di Terminal Depok, Jalan Margonda Raya (dekat Margocity) dan di Jalan Juanda (dekat Jalan Raya Jakarta-Bogor).

Terkait pelayanan kesehatan selama libur Idul Fitri atau mudik lebaran, Pradi menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tetap beroperasi seperti biasa. “Untuk Puskesmas 24 jam pelayanan buka seperti biasa sedangkan untuk Puskesmas yang tidak 24 jam, hanya libur pada Hari Raya Idul Fitri dan untuk selanjutnya beroperasi normal seperti biasa,” terang Pradi. Dinas Kesehatan juga menyediakan posko kesehatan di 11 titik.

Pradi juga mengatakan agar para pendatang yang akan bertandang ke Kota Depok setidaknya mempunyai keahlian atau skill. “Biasanya para pemudik kembali ke Depok dengan membawa saudara atau temannya, bukannya tidak boleh datang ke Depok, karena Depok juga menjadi kota tujuan. Tetapi alangkah baiknya jika mempunyai skill atau keahlian agar mempunyai daya saing dan tidak tergilas,” pesan Wakil Walikota Depok. Dirinya juga mengingatkan para pendatang yang datang ke Depok untuk membuat SKTT atau Surat Keterangan Tempat Tinggal bagi yang tidak berniat untuk menetap di Kota Depok. SKTT tersebut wajib diperpanjang setelah enam bulan atau mengajukan pindah dan menetap di Depok. “Setiap orang berhak tinggal dimana saja namun wajib mengikuti tertib administrasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Nantinya juga akan di gelar operasi yustisi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok,” ujarnya.

Selain itu, Pradi menuturkan, terkait masalah keamanan jelang Idul Fitri, dirinya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok telah bekerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya kepolisian dan TNI, mulai dari Kapolsek, Danramil, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan yang pada akhirnya melahirkan kenyamanan. “Tanggung jawab keamanan juga bukan sekedar tanggung jawab para petugas keamanan, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Saling menjaga dan mengawasi satu sama lain antar tetangga ketika rumah akan ditingal pergi, juga telah menjadi suatu kebiasaan disamping para petugas keamanan tetap melakukan patroli,” kata ayah dari tiga orang putri. Selain itu, jika dalam kondisi gawat darurat warga Depok dapat menghubungi emergency call 112 yang dikelola Pemkot Depok maupun melalui aplikasi Panic Button yang dikelola Polresta Kota Depok. (mira)