Siaran Pers

Orientasi Imam dan Da'i Ramadhan1435 H se-Kota Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 23 Jun 2014
  • Waktu: 04:26 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Senin, 23 Juni 2014



Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1435 H, MUI Kota Depok menggelar orientasi Imam dan Da’i se-Kota Depok di Gd. Dakwah MUI, Senin (23/6) pagi. Orientasi yang diikuti oleh sekitar 50 peserta menghadirkan 3 narasumber, yaitu (1) Dr. KH. Ahmad Dimyati BZ, MA (2) Dr. KH. M Idris Abdul Shomad (3) KH. Tubagus Iin A Dhiyauddin, SH. Ketua Panitia, Ust. Khairullah mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dan tahun ini merupakan tahun ke-7.  Selain orientasi, kami juga biasa melaksanakan tarawih keliling. “Semoga kegiatan ini bisa lebih meningkatkan  kualitas dan kuantitas imam dan da’i sehingga ramadhan kali ini bisa lebih meningkatkan keshalehan kita” ujar Khairullah.

Wakil Walikota Depok, H. M Idris Abdul Shomad mengambil tema tentang tanggung jawab da’i untuk memaksimalkan ibadah ramadhan untuk meningkatkan keshalehan pribadi dan sosial. Dalam paparannya, orang kedua di Depok mengatakan ada 3 hal yang harus dipahami untuk memaksimalkan ibadah ramadhan menuju keshalehan, (1) dakwah itu sendiri (para da’i sebagai pelaku dakwah, (2) nilai ramadhan, (3) media dakwah.

(1) Prinsi dakwah terdapat dalam surat al-imran ayat 102-104, surat yusuf ayat 108, dan surat at-tahrim ayat 6. Dalam surat al-imran ditegaskan bahwa dakwah mengajak kepada 3 hal krusial, yaitu mengajak umat manusia kepada al islam, mengajak untuk beramar ma'ruf  (menyuruh berbuat baik) dan mengajak untuk mencegah, menghindari, serta menghilangkan apa yang dianggap munkar (buruk/jahat). Para da’i juga harus memahami kontekstual dan tahapan-tahapan dakwah. Dalam surat yusuf, dakwah tidak boleh dilaksanakan secara asal, tetapi harus sistemik dan terstruktur dengan baik  serta secara berkelanjutan. Dakwah juga harus ada pemimpin dan pengikutnya.

(2) Ramadhan memiliki 5 orientasi/komitmen yang tertuang dalam surat al-baqarah ayat 183-187, yaitu komitmen keimanan, syariat, qur’ani, do’a, dan sosial.

(3) Para da’i selalu mengandalkan ceramah sebagai media dalam berdakwah. Padahal masih banyak media lain yang bisa digunakan, seperti pelatihan-pelatihan, workshop, konsolidasi, buka puasa bersama, dan lain sebagainya.

“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dalam bulan Ramadhan. Maksimalkan peran dai untuk mewujudkan manusia-manusia bertakwa (shaleh)” himbau Wakil Walikota. Orientasi dilanjutkan dengan paparan dari KH. Ahmad Dimyati yang akan membahas tentang etika dan dakwah yang menarik dan atraktif. (olas)