Siaran Pers

HUT ke-18 Depok, Walikota Ajak Warga Wujudkan Keluarga Berkualitas

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 26 Apr 2017
  • Waktu: 08:36 WIB
Protokol dan Dokumentasi Setda Depok
Rabu, 26 April 2017

Dokumentasi dan Humas – Tema Peringatan Hari Jadi Ke-18 Kota Depok tahun 2017 adalah ‘Depok Kota Ramah Keluarga’.

Keluarga menjadi penopang dasar perkembangan individu dalam masyarakat. “Semua aspek kehidupan pun berawal dari keluarga. Unggul dan kuatnya individu dalam masyarakat selalu ditopang oleh institusi keluarga yang baik,” jelas Walikota Depok Mohammad Idris saat sidang paripurna istimewa di DPRD Kota Depok, Rabu (26/04/17).

Sidang paripurna istimewa digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-18 Kota Depok Tahun 2017. Sidang dihadiri Ketua DPRD beserta jajarannya, unsur Forkopimda, Kepala Instansi Vertikal, Sekda, para Asisten, dan Kepala OPD Kota Depok, Ketua TP PKK Kota Depok, Tokoh Agama, serta Tokoh Masyarakat di Kota Depok.

Walikota melanjutkan, selama tiga dekade terakhir ini, Depok mengalami transisi yang cukup besar dalam perjalanan menjadi kota urban. Dimana transisi berdampak pada perubahan cara hidup dan cara berinteraksi masyarakatnya.

Saat ini, Depok masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga miskin, meningkatkan kesehatan keluarga, meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat, dan menyediakan infrastruktur untuk mendukung hidup dan kehidupan yang layak dan nyaman.

Semua masalah tersebut bermuara pada pentingnya meningkatkan ketahanan keluarga agar dapat menghasilkan SDM dalam keluarga yang berdayaguna dan berkualitas. “Ayo bersama-sama kita wujudkan keluarga berkualitas, yang mampu menghadirkan sumber daya manusia yang tangguh dari setiap keluarga di Kota Depok,” ajak Pemimpin Depok.

”Semoga momentum Hari Jadi ke-18 Kota Depok tahun 2017 ini menjadi langkah untu kita bergerak bersama mewujudkan Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius,” harap Walikota.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Hendrik Tangke Allo mengatakan peringatan ini sebagai usaha untuk perenungan. Dimana perenungan tersebut mampu menggguah semangat perbaikan. “Jangan hanya perenungan tanpa makna. Peringatan tidak hanya sekedar seremonial, tetapi untuk menambah semangat baru untuk mewujudkan Depok lebih baik lagi dari saat ini,” tutur Hendrik. (olas)