Siaran Pers

Wakil Walikota Pantau Operasi Pasar Gas Elpiji Bersubsidi

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 06 Apr 2017
  • Waktu: 22:29 WIB
Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok
Kamis, 6 April 2017

Dokumentasi dan Humas – Pemerintah Kota Depok menggelar operasi pasar gas LPG 3 kg. Operasi pasar digelar di 24 agen yang tersebar di 63 kelurahan di Kota Depok.

Dimana harga setiap satu tabung elpiji 3 kg, dijual seharga Rp 16.000 pertabung. Harga ini jauh lebih rendah, karena di pengecer harga LPG mencapai Rp 20.000 sampai Rp 25.000. Dalam operasi ini, warga dibatasi hanya boleh membeli 2 tabung elpiji 3 kg saja, dengan menunjukkan identitas warga Depok.

Operasi tersebut untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga jual elpiji 3 kg atau elpiji bersubsidi di Depok. Operasi ini terselenggara atas kerjasama Pemkot dengan para agen gas LPG 3 Kg di Kota Depok, jelas Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat memantau operasi gas elpiji di Sukmajaya, Kamis (06/04/17).

Pria asli Beji ini menjelaskan, epiji 3 kg adalah elpiji bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu dan pelaku Usaha Kecil Menengah. Kenyataanya, banyak juga warga mampu yang membeli elpiji bersubsidi. Karena kurangnya kesadaran itulah terjadi kelangkaan elpiji 3 kg di Depok. Selain itu, penyaluran elpiji dari agen ke pangkalan dan pengecer juga tersendat sehingga menjadi kendala yang berdampak pada kelangkaan elpiji 3 kg di Depok.

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota meminta pihak agen untuk mengawasi penyaluran elpiji 3 kg di pangkalan dan agen di bawah mereka. “Jangan sampai ada yang menimbun elpiji 3 kg. Karena konsekuensinya proses hukum," tegas pria Asli Beji.

Terkait operasi pasar, Pradi menuturkan bahwa operasi pasar ini efektif untuk mengatasi kelangkaan gas bersubsidi. "Dari pantauan kami, kelangkaan elpiji 3 kg yang dirasakan warga, sudah tak ada lagi dan sudah terjawab. Dan harga elpiji 3 kg di pengecer sudah mulai turun. Jadi dari harga dan kemudahannya didapat operasi pasar," kata Wakil Walikota.

Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok M Athar Susanto menuturkan alokasi elpiji 3 kg untuk Kota Depok sebanyak 1.450.000 tabung perbulannya. Jumlah ini sebenarnya jauh dari cukup jika memang elpiji bersubsidi itu benar-benar diperuntukkan bagi warga tak mampu dan prasejahtera di Depok yang jumlahnya sekitar 40 ribuan KK, serta untuk pelaku usaha kecil dan menengah sekitar sepuluh ribuan. (olas)