Walikota Depok, Mohammad Idris menghadiri penutupan Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (08/03/2017). Rakornas PKS yang menghadirkan 955 peserta dari 34 provinsi telah berlangsung selama tiga hari, yakni 6-8 Maret. Acara penutupan Rakornas yang merupakan program tahunan untuk mengkoordinasikan program-program strategis dari pusat sampai daerah ini, diawali dengan persembahan puisi “Selamat Pagi Indonesia” yang dibawakan pelajar SMA IT Tunas Bangsa.
Dalam laporannya, pada acara yang dihadiri pengurus DPTP PKS serta pimpinan DPW PKS se-Indonesia ini, Sekjend PKS Mustafa Kamal, menyampaikan beberapa hal. Diantaranya, Rakornas mengokohkan visi partai sebagai gerakan dakwah, gerakan politik dan gerakan sosial yang solid, disiplin, dewasa, substantif dan efektif dalam berkhidmat untuk rakyat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hasil Rakornas menginstruksikan seluruh kader pejabat publik baik di lembaga eksekutif maupun legislatif untuk menjadikan pemberantasan darurat ketimpangan ekonomi dan penegakan hukum sebagai agenda prioritas. Soal indikasi kriminalisasi ulama juga menjadi poin hasil Rakornas PKS.
“Rakornas ini kian memantapkan karakter PKS sebagai organisasi pergerakan dakwah yang solid serta mengokohkan khidmat kepada rakyat dengan memberdayakan potensi seluruh kader,” tambahnya. Pada hari terakhir pelaksanaan Rakornas, sekaligus dilangsungkan penandatanganan kontrak kerja pengurus PKS dan juga kontrak kinerja Ketua DPW se-Indonesia.
Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Rakornas PKS. “Alhamdulilah, Rakornas berjalan lancar dengan beragam kegiatan dan agendanya,” ujar Walikota. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Depok dengan didampingi istri tercinta, berkesempatan melihat-lihat berbagai produk yang ditampilkan dalam bazaar yang ada di luar ruangan. Beberapa produk seperti hasil olahan Bank Sampah di Kota Depok, menjadi buah tangan Walikota, sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada pelaku industri di Depok. (mira)