Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum`at, 2 Mei 2014
Hari Pendidikan Nasional merupakan peringatan Pentingnya Pendidikan bagi seluruh warga negara Indonesia. Pendidikan adalah hal yang sangat penting, baik formal maupun non formal. Segala-galanya dimulai dari pendidikan. Penghargaan yang besar patut diberikan kepada seluruh kepala sekolah, kepala UPT, Tenaga Pengajar, Guru, Anak didik atas semangatnya melaksanakan proses pendidikan.
Kebutuhan standar kualifikasi pendidikan, kompetensi atau keahlian pada saat ini merupakan hal yang penting bagi perusahaan dalam merekrut karyawan. Pendidikan merupakan awal dalam mempersiapkan dan memberkali generasi muda dalam menyongsong masa depan.
Namun, karena suatu kondisi tertentu, atau suatu alasan masih ada saja anak 7-17 tahun yang putus sekolah.
Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional tahun 2014, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc menunjukan kepeduliannya pada dunia pendidikan dan kepada seluruh warga Depok yang putus sekolah atau belum memiliki ijazah SMA dapat memiliki ijazah SMA dengan mengejar paket C.
Jum`at (2/5) Walikota menunjukan kepedulian nyata, dengan mengunjungi dan meberikan semangat kepada salah satu warga Depok yang putus sekolah. Beliau, bersama Dinas Pendidikan Kota Depok , Camat Pancoran Mas Linda Nurdiany, Lurah, dan Forum PKBM Kota Depok peduli pendidikan mengunjungi Ahmad Rafin. Berdasarkan data yang di kumpulkan dari lurah Panmas ada beberapa anak yang putus sekolah, dan warga yang belum memilki ijazah sma.
Saat berkunjung ke rumah Ahmad Rafin, (14 tahun), di RT. 006 RW. 15 Kelurahan Pancoran mas, Kecamatan Pancoran Mas, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il MSC berusaha berbicara dari hati-kehati. Secara kebapak an Beliau menasehati, dan sangat bangga bahwa Ahmad Rafin diketahui bercita-cita menjadi ABRI. “Sebuah potensi, dan cita-cita yang bagus telah dimiliki anak ini, keadua orang tua harus mendukungm dan emberikan perhatian, serta kasih sayang dan semangat. Agar usaha Pemkot untuk membantu anak ini melanjutkan sekolah tidak sia-sia. Ahmad Rafin berhak memperoleh masa depan yang baik. Rajinlah belajar Nak, minta doa restu kepada kedua orangtua, jauhi narkoba, rajin beribadah,”tuturnya.
Ahmad Rafin menyatakan mau dan berjanji melanjutkan sekolahnya dengan sungguh-sungguh, Ayah dan Ibu Ahmad Rafin mengucapkan ribuan terimakasih kepada Walikota Depok, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan yang telah berniat baik.
Sebelum meninggalkan tumah Ahmad Rafin, Beliau memberitahukan kepada orangtua Ahmad rafin pun bisa jika mereka ingin memperoleh ijazah SMP tau SMA, melalui kejar paket a, b, c. Beliau juga memberikan buku, mmeperkenalkan ODNR, bihun jagung, tepung mocaf, dan bingkisan lain kepada keluarga ini.
Walikota juga menginformasikan bahwa, seluruh warga Depok yang belum memiliki ijazah SD, SMAP, SMA dapet melaporkan diri melalui lurah, Camat, kemudian akan dilaporkan kembali ke Dinas Pendidikan Kota Depok untuk diikutsertakan kedalam paket a, b, dan c.
Dalam wawancaranya dengan media, Nur Mahmudi Isma`il, mengatakan” bahwa upaya Pemkot Depok ingin agar warga nya memiliki ijazah minimal SMA. Melalui kejar paket, a,b, dan c merupakan sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa kita harus memperbesar akses pendidikan, pendidikan terjangkau. Anak yang putus sekolah harus kita dorong, agar melanjutkan sekolah lagi.
Paket a, b, dan c, atau pendidikan yang diselenggarakan oleh PKBM tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena ujian dan pembelajaran yang dilakukannya adalah legal dan sungguh-sungguh. Apablila seseorang belum mampu, dan tidak lulus, maka akan dinyatakan tidak lulus. Namun bagi mereka yang belum lulus, jangan berputus asa, terus mencoba, dan belajar lebih giat lagi, mengikuti bimbel dan pelajaran PKBM dengan serius dan sungguh-sungguh.
Selamat Hari Pendidikan Nasional, Tuntaskan Pendidika 12 Tahun di Kota Depok, Wujudkan generasi bangsa yang unggul dan religius, “ tuturnya. (Endang)