Siaran Pers

Turunkan Tingkat Kemiskinan, Program E-Warong Hadir Di Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 10 Jan 2017
  • Waktu: 03:06 WIB
Siaran Pers

Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok

Senin, 9 Januari 2016
Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Paranwansa telah meluncurkan program E-Warong di Kota Depok. Program E-Warong merupakan sistem penyaluran bantuan sosial yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial berbasis non tunai, sebagai upaya untuk mencegah distribusi yang tidak tepat kualitas dan kuantitas. Walikota Depok, Mohammad Idris menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semoga hadirnya Program E-Warong melalui kartu HIMBARA (Himpunan Bank-Bank Milik Negara) yang difasilitasi oleh BNI ini dapat menjadi salah satu alat untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia, khususnya di Kota Depok,” ungkap Walikota dalam acara Peluncuran Layanan Elektronik Warung Gotong-Royong (E-Warung) KUBE di Kota Depok, di Aula Lantai 1, Gedung Balaikota Depok, Senin (9/1/2017). Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pihak BNI atas kontribusinya dalam mendukung upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat yang tergolong fakir miskin menuju masyarakat yang sejahtera.

Orang nomor satu di Depok juga berharap hadirnya E-Warong ini secara signifikan mampu menekan harga sehingga lebih kompetitif dibanding dengan harga di pasaran serta menjadi wadah untuk memasarkan produk-produk dari Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE PKH). Bagi warga Depok penerima bantuan Program E-Warong ini diharapkan dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat tercapai.

Setidaknya akan didirikan 43 E-Warong di Kota Depok dengan lokasi menyesuaikan kebutuhan masyarakat. “E-warong akan ditambah sesuai dengan jumlah keluarga PKH disetiap kecamatan di Kota Depok, minimal harus ada 43 E-Warong di Kota Depok,” ungkapnya usai mengikuti launching E-Warong. Namun penambahan E-Warong masih menunggu arahan dari Kemensos. Pasalnya, keberadaan E-Warong yang saat ini di-launching akan dilakukan evaluasi, tentunya dengan melihat efektivitas dan manfaatnya bagi masyarakat di Kota Depok.

“Akan ada evaluasi dari berbagai pihak. Sebagai bahan perbaikan dalam membangun 43 E-Warong di beberapa wilayah,” jelas Idris. Berdasarkan evaluasi tersebut, nantinya menjadi bahan masukan dalam membentuk E-Warong di wilayah lain. Agar kekurangan yang dirasakan masyarakat tidak terulang di wilayah selanjutnya. Penambahan E-Warong akan dilakukan berdasarkan kesiapan dari masing-masing wilayah. Mengingat, pembentukan E-Warong tersebut dilakukan oleh beberapa pihak yaitu Koperasi, Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Perbankan.

Selain itu, untuk keberadaan E-Warong dilakukan sesuai dengan jumlah keluarga miskin pada suatu wilayah. Semakin banyak warga miskin, maka lebih banyak juga E-Warong yang disediakan di wilayah tersebut. “Untuk penambahan akan dilakukan pendataan terlebih dahulu agar masyarakat kurang mampu yang benar-benar merasakan program ini,” tutupnya. Hadir dalam peluncuran E-Warong, Menteri Sosial RI, Wakil Walikota Depok, Dirjen PFM (Penanganan Fakir Miskin), Kadivre (Kepala Divisi Regional) DKI Perum Bulog, Staf Khusus Menteri Sosial, Direktur PFM Perkotaan, Ketua KMIS (Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera), CEO Wilayah Jakarta-BSD Bank BNI, Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Camat, Lurah, warga Depok penerima bantuan Program E-Warong serta pendamping PKH (Program Keluarga Harapan). (Mira)