Siaran Pers

Masa Reses, Mahfudz Abdurrahman Tinjau Terminal Jatijajar dan TPA Cipayung

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 05 Jan 2017
  • Waktu: 09:53 WIB
Siaran Pers

Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok

Kamis, 5 Januari 2016

Memasuki masa reses, Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewakili Dapil Jawa Barat VI, Mahfudz Abdurrahman meninjau Terminal Jatijajar dan TPA Cipayung. Kedatangannya diterima langsung oleh Walikota Depok, Mohammad Idris di Ruang Nusa Indah, Lantai 1, Gedung Balaikota Depok, Kamis (5/1/2017). Reses dilakukan untuk menyerap masukan dan aspirasi dari komponen masyarakat, organisasi dan pemerintah.

Mahfudz  melakukan peninjauan ke sarana pelayanan publik di Kota Depok, yakni Terminal Jatijajar dan TPA Cipayung terkait dengan komisi tempatnya bertugas, yakni Komisi V DPR RI yang membidangi Infrastruktur, Perhubungan dan Pembangunan Desa Tertinggal. Terkait dengan pengelolaan sampah di Kota Depok, Politisi senior PKS ini mengapresiasi keberadaan bank sampah. “Salut dengan Kota Depok yang mampu menjadikan sampah sebagai sumber rezeki dengan bank-bank sampah yang dimiliki. Bank sampah di Kota Depok juga dapat memberikan edukasi untuk menangani sampah organik dan anorganik bagi daerah lain yang melakukan kunjungan kerja,” puji Mahfudz. Dirinya berharap, Kota Depok sebagai penyangga Ibu Kota, mampu memberi kontribusi besar kepada daerah sekitar.

Sementara itu, usai meninjau TPA Cipayung Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Etty Suryahati mengatakan bahwa Kota Depok akan mengadopsi teknologi yang akan diterapkan TPA Bantargebang di Kota Bekasi. “Teknik pengolahannya, teknologinya yang akan kita adopsi di Kota Depok, teknologi yang mengarah ke waste energy. Tapi ini tentunya, jika ada pembakaran, uji emisi oleh Kementrian Lingkungan Hidup yang kita kedepankan,” jelas Etty.

Saat ini sekitar 700-750 ton/hari masuk ke TPA Cipayung. “Daya tampung TPA Cipayung yang ada saat ini sampai dengan sekitar 6 bulan masih memungkinkan. Kita berencana membuat satu kolam lagi, kolam D, disebelah UPS. Luasnya sekitar 5000 meter, bisa digunakan sampai 1 tahun. Tidak ada pembebasan lahan. Lahan kita yang kita gunakan. Ini solusi jangka pendek,” kata Kadis DLHK.

Mahfudz menambahkan, pihaknya dari Komisi V, akan memberi bantuan yang bersifat infrastruktur. “Dari Komisi V akan memberi bantuan yang bersifat infrastruktur dan alat-alat yang bisa memberi daya dukung bagi Bu Etty bekerja disini. Itu yang nanti akan kita komunikasikan, misalnya eksafator, apalagi nanti akan ada kolam baru,” terang Mahfudz.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Manto, yang juga turut mendampingi Mahfudz saat melakukan kunjungan, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok memberikan beberapa masukan pada Mahfudz dalam masa resesnya. “Terkait masa reses beliau, ada beberapa kegiatan yang akan kita usulkan nanti, diantaranya penataan Jalan Juanda sekaligus dengan overlay-nya, kemudian penataan Jalan Raya Cipayung, Setu juga, jalan yang berstatus jalan negara, penurapan-penurapan kali yang bersifat kewenangan pusat,”jelas Manto. (mira)