Siaran Pers

Upacara Peringatan Hari Ibu ke-88 Tingkat Kota Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 23 Dec 2016
  • Waktu: 03:51 WIB
Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Jum’at, 23 December 2016

Balaikota – Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ibu ke-88 Tingkat Kota Depok, di lapangan Balaikota, Jum’at (23/12/16) pagi.

Upacara tersebut dirangkai dengan Peringatan Hari Bela Negara dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2016. Hadir dalam upacara Walikota Depok Mohammad Idris, Ketua TP PKK, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Lurah, Ketua Organisasi Wanita se-Kota Depok.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota mengatakan di era kekinian, Peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa agar mampu mempertebal tekad dan semangat dalam melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.

Peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan tidak dapat dipungkiri lagi. Di Indonesia, termasuk di Kota Depok, saat ini telah banyak kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi strategis di berbagai kehidupan. Hal ini membuktikan, bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan, mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change).

“Untuk semua masyarakat, khususnya kaum perempuan, teruslah berkarya. Jadilah sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan tingkatkan kualitas serta kapabilitas, sehingga bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun bangsa dan Kota Depok,” tutur Pradi.

Terkait Bela Negara, Wakil Kota Depok Bersahabat ini mengingatkan, bahwa tugas sejarah kita adalah membela negara dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan dan ketergantungan. “Tugas Bela Negara ini adalah tugas yang maha berat. Namun, dengan semangat persatuan, kerja keras dan perjuangan bersama, kita bisa menyelesaikan tugas sejarah itu,” ungkapnya.

Untuk Hari Kesetiakawanan, Pradi menyatakan, kesetiakawanan merupakan nilai luhur yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu. Kesetiakawanan sosial jangan hanya dilakukan saat ada bencana. Kesetiakawanan sosial seharusnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. “Ayo kita saling tolong-menolong, saling membantu, dan toleransi, serta menjaga kesejukan hidup berbangsa dan bernegara. Mari kita jaga semangat kesetiakawanan,” ajak Wakil Walikota. (olas)