Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum’at, 25 November 2016
Balaikota – Terima kasih atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Selamat Hari Guru, harinya orang-orang mulia yang menyiapkan generasi masa depan yang lebih cemerlang. Jadilah guru berkemajuan. Ayo hormati guru,” ucap Walikota Depok Mohammad Idris saat menjadi Inspektur Upacara Hari Guru Nasional dan HUT Ke-71 PGRI Tingkat Kota Depok Tahun 2016.
Upacara tersebut berlangsung di lapangan Balaikota Depok, Jum’at (25/11/16) pagi. Hadir dalam upacara, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Ketua PGRI Kota Depok beserta anggotanya, Kepala Dinas Pendidikan, dan para Guru serta Tenaga Kependidikan se-Kota Depok.
Saat sambutan, Pemimpin Kota Depok membahas tentang Proxy war yang merupakan bentuk konvontrasi dua kekuatan besar dengan alasan mengurangi resiko konflik langsung yang mengakibatkan kehancuran fatal. Dimana saat ini perang teradap bangsa tidak lagi dengan kekuatan militer tetapi melalui beragam sendi kehidupan yang dikenal dengan istilah Proxy war.
Walikota Depok Bersahabat memaparkan indikasi Proxy war bisa dilihat antara lain narkoba, LGBT, separtis, demo anarkis, media provokatif, seks bebas, rekayasa tawuran pelajar, dan lain sebagainya. “Sebagai guru, harus memberikan perhatian secara fokus dan konsentrasi terhadap Proxy war, jangan sampai generasi penerus kita terlibat dan terpuruk karena Proxy war,” tutur Idris.
Dalam kesempatan itu, Walikota memberikan lima kunci keberhasilan setiap guru, yaitu (1) Komitmen dalam peran profesi guru, (2) Integritas dalam mengemban amanah sebagai guru, (3) Kedepankan keteladanan dalam sikap dan prilaku, (4) Solidritas dalam persahabatan teman sejawat, dan (5) Kebersamaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban. “Selamat Hari Guru dan HUT ke-71 PGRI, Jadilah guru yang mulia dan dihormati,” ucap pria yang pernah menjadi Doesn di UIN. (olas)