Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum’at, 25 November 2016
Balaikota – Membahas kenangan masa SD memang tidak ada habisnya. Setiap guru pasti memiliki kesan tersendiri kepada para muridnya, begitu juga yang dirasakan oleh para guru yang mengajar Walikota dan Wakil Walikota Depok.
Ketika guru SD Walikota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna hadir dalam Upacara Hari Guru di Balaikota, mereka memutar kembali kenangan masa SD para Pemimpin Depok. “Saya mengajar Walikota sekitar tahun 1971-1972. Dia anaknya kalem dan pinter. Waktu sekolah, ngaji dan bahasa arabnya sudah bagus. Setelah lulus ia langsung ke Gontor dan ke Saudi Arabia. Pa Idris adalah Walikota yang merakyat dan patut untuk dipertahankan,” ujar Unaidi yang berharap muridnya juga bisa menjadi Gubernur.
R Unaidi merupakan guru Walikota Depok Mohammad Idris. Unaidi mengajar Pemimpin Kota Belimbing saat dikelas 3 SD Madrasah Ruhul Islam yang terletak di Menteng Wadas, Jakarta Selatan. “Saya juga suka menjadi guru pengganti saat Pa Idris dikelas 4, 5, dan 6. Pa Idris adalah murid yang pintar, aklaknya pun baik, kalau istilah islam akhlakul karimah. Ia anak yang hebat karena sekolah di dua tempat sekaligus, paginya SD biasa dan sorenya madrasah,” cerita pria yang berusia 69 tahun.
Senada, Guru Walikota di SD Mataman Wadas Pagi 1 Setia Budi Jakarta Selatan, Ahmad Sadely menyatakan Idris sebagai anak yang cerdas. “Dulu ia sangat aktif, terutama di acara upacara bendera. Beliau selalu datang pagi dengan segala perlengkapan sudah terpasang dari rumah. Nilai rapornya selalu lebih baik dari teman-temannya. Saat dikelas, tidak pernah ada masalah dan tidak nakal. Bahkan, suka mengajarkan teman-temannya tanpa pandang bulu. Kepribadiannya sangat baik,” ungkap Ahmad usai mengikuti upacara Hari Guru, Jum'at (25/11/16) pagi.
Kenangan masa SD juga datang dari Guru SD Wakil Walikota Depok. Rustam Effendi mengungkapkan kalau saat sekolah, Pa Pradi adalah anak yang kalem. “Dia tidak nakal dan sangat aktif di pramuka. Memang dia anaknya dari dulu keren, rapih dan pandai bergaul. Bergaul dengan siapa saja dan tidak pernah memilih-milih teman. Beliau juga sederhana dan senang berorganisasi,” ungkap pria yang baru pensiun 1 Oktober 2016 lalu.
Rustam melanjutkan, dulu saya mengajar Pa Pradi saat kelas 4 SD di SD Muhamadiyah Kukusan Kel. Kukusan. Waktu mengajar Saya berusia 23 tahun. “Beliau sangat suka bergaulan dan jiwa kepemimpinannya sudah terlihat sejak SD. Nilai raporny pun bagus hingga lulus. Saya sangat senang dan bangga karena murid Saya menjadi Wakil Walikota,” ujarnya seraya berpesan, bekerjalah dengan hati, jauhi korupsi, hindari sifat sombong dan takabur. (olas)