Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 24 November 2016
Balaikota – Walikota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna memasak bareng isterinya di lapangan Balaikota, Kamsi (24/11/16) pagi.
Kegiatan memasak tersebut merupakan salah satu rangkaian dari Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-52. Dimana Dinas Kesehatan Kota Depok menjadi leading sektornya. Kepala Dinas Kesehatan dr. Noerzamanti Lies Karmawat menginformasikan, lomba masak digelar dengan tema makanan dan kudapan sehat berbahan dasar sayur.
Saat perlombaan, Walikota Depok bersama isterinya Elly Farida terlihat begitu menikmati perlombaan dari mulai proses memotong-motong sayuran hingga penyajian hidangan. “Kami membuat bala-bala cinta karena membuatnya dengan penuh rasa cinta,” terang Elly yang juga Ketua TP PKK Kota Depok.
Walikota mengakui bahwa dirinya sempat belajar memasak dari isterinya. “Dulu waktu di Saudi, sejak menjadi mahasiswa dan jauh dari orang tua, jadi harus mandiri. Dan ketika isteri mengandung, Saya menyiapkan hidangan untuknya. Kami berkolaborasi dalam memasak, karena memasak adalah hal yang menyenangkan,” ujar Idris yang paling gemar memasak sayur bening bayam dan ketimun.
Senada, Wakil Walikota pun gemar memasak. “Setiap pekan pasti Saya memasak dirumah. Paling sering saya memasak dengan anak yang paling kecil. Masakan yang sering dibuat adalah tumis capcay, sayur sop, dan nasi goreng,” ujar Pradi.
“Walaupun agak gosong tetapi rasanya enak. Ini adalah bakwan kasih sayang dan tumis sederhana. Tumis sederhana karena menggunakan bahan seadanya yang disediakan panitia dan bakwan kasih sayang karena dibuat dengan rasa kasih sayang,” terang isteri Wakil Walikota, Martha Catur yang terlihat senang selama memasak.
Dalam kesempatan itu, Walikota Depok mengapresiasi bakwan kasih sayang milik Wakil Walikota. “Pa Wakil mengetahui bahwa Saya penyuka gorengan yang gosong jadi dibuatkan yang gosong, jadi namanya adalah bakwan kasih sayang untuk Walikota. Rasanya pun enak,” tutur Pemimpin Depok.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota menyatakan bahwa ini bukanlah hal yang kebetulan, tetapi sengaja dibuat untuk Walikota. “Karena kami saling mengisi satu sama lain jadi kami juga tahu apa yang disukai dan tidak disukai,” ujar pria penyuka sayuran. Lomba memasak diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari puskesmas dan kader PKK, dan UPT Dinas Kesehatan. Juri dalam lomba adalah PKK, Dinas Kesehatan, dan ahli gizi. (olas)