Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum’at, 18 November 2016
Pemerintah Kota Depok dibawah kepemimpinan Walikota Depok Mohammad Idris yang berpasangan dengan Pradi Supriatna selaku Wakil Walikota melaksanakan program 9 sahabat untuk menjawab kebutuhan pelayanan kepada warga Depok. Hal tersebut senada dengan tagline Kota Depok a Friendly City. Demikian yang disampaikan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna ditemui di Ruang Kerjanya, Lantai 2, Gedung Balaikota Depok, Kamis (17/11/2016).
Tagline Depok a Friendly City, mengandung makna berbagi dan berkolaborasi. Berbagi dan berkolaborasi dengan semua komponen. “Kita terus upayakan peningkatan pelayanan pada masyarakat. Di bidang kesehatan misalnya, prasarana menjadi prioritas kita, diantaranya penambahan kamar di RSUD Kota Depok menjadi 200 kamar. Kemudian kita juga akan membangun RSUD di wilayah timur, mengupayakan puskesmas 24 jam termasuk rawat inap, di tiap kecamatan,” kata Pradi. Selain itu Pemerintah Kota Depok juga didukung hampir semua Rumah Sakit Swasta yang ada di Depok dalam melayani pasien BPJS Kesehatan.
“Kita juga senantiasa mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menanamkan dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini, mulai dari Paud, TK dan seterusnya, seperti cuci tangan pakai sabun dan memilah sampah,” ujar Wakil Walikota. UI dan Gunadarma, menurut Pradi, juga merupakan aset Kota Depok, selain juga ada Perguruan Tinggi lainnya. Pemerintah Kota Depok berbagi dan berkolaborasi dalam hal ini dengan Akademisi. Kolaborasi dilakukan baik dalam menyusun kebijakan bersama, pertukaran sumberdaya maupun dalam bentuk proyek bersama. “Kerjasama dengan Gunadarma mengenai perangkat lunak ataupun mengenai Kota Ramah Lansia kita bekerjasama dengan UI. Selain kita punya kajian tersendiri, kita juga bisa menggunakan hasil riset mereka,” ujar Pradi yang juga Ketua Komda Lansia Kota Depok. Pemerintah Kota Depok terus berupaya optimal dalam pemenuhan hak-hak lansia termasuk penyediaan sarana, prasarana umum dan fasilitas yang ramah lansia. Hal ini merupakan salah satu bentuk kota yang ramah atau friendly.
Kota Depok dengan usianya yang masih belia yakni 17 tahun, namun Kota Bogor yang menjadi senior juga berguru pada Kota Depok. “Tadi pagi, saya menerima langsung Wakil Walikota Bogor Usman Hariman di ruang Bougenvile Balaikota Depok. Maksud kedatangan beliau ialah untuk menggali ilmu dan belajar dari Kota Depok terkait capaian Kota Depok yang mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut, smentara Kota Bogor selama 10 tahun terakhirmendapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Karennya Kota Bogor datang ke Depok untuk belajar tentang laporan pengelolaan keuangan dan laporan aset,” jelas Pradi. Hal tersebut juga, menurutnya, karena penempatan ASN sesuai dengan kompetensinya serta didukung dengan etos kerja dan loyalitas ASN itu sendiri sehingga Depok meraih WTP lima kali karena tak lepas dari peran dan kerjasama berbagai pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Pradi juga mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati Walikota Depok, Mohammad Idris. “Beliau adalah guru buat saya. Beliau memberikan kepercayaan kepada saya tidak setengah-setengah, yang saya rasakan kaitan dengan kegiatan, program-program, dan pendelegasian sesuai dengan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) saya sebagai Wakil Walikota,” katanya. Dirinya berharap harmoni ini dapat terus terbangun.
Paradi juga berharap hubungan yang harmonis tidak hanya antara dirinya dengan Walikota tapi juga dengan seluruh ASN dilingkup Pemkot Depok, stakeholder dan masyarakat, agar komunikasi dapat terjalin dengan baik. “Saya ingin kita ramah, friendly, dengan teman-teman ASN agar ide-ide kreatif dari mereka dapat muncul. Saya ingin tidak ada jarak, namun tetap dengan attitude yang dijaga. Karena hanya dengan Komunikasi kita akan mendapatkan solusi. Bagaimana kita akan mendapatkan solusi, jika komunikasi kita tersendat dan ada sekat. Saya ingin ada komunikasi yang baik terjalin, baik dengan ASN, stakeholder dan masyarakat,” tutup Wakil Walikota. (mira)