Balaikota – Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menerima langsung Wakil Walikota Bogor Usman Hariman di ruang Bougenvile Balaikota Depok, Kamis (17/11/16).
Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Tata Praja, Kepala DPPKA, Kepala Inspektorat, dan Kepala Bagian Keuangan Setda Kota Depok, Kepala DPPKA Kota Bogor, dan Inspektorat Kota Bogor. Wakil Walikota Bogor menyatakan kedatangannya ke Depok dilandasi dengan semangat meraih WTP di 2017.
Usman menjelasakan, walaupun menjadi senior, Bogor harus belajar dari Depok terkait dengan pengelolaan kepemerintahaannya. Depok sejak 2011 meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara terus menurus selama lima tahun. Sedangkan Bogor, 10 tahun terakhir spesialisasi Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Karena itu kami ke Depok untuk belajar tentang laporan pengelolaan keuangan dan laporan aset.
“Kunjungan dilakukan karena akan masuk fase pemeriksaan BPK untuk penggunaan anggaran tahun 2016. Kami ingin tahu sistem apayang digunakan Depok sehingga bisa meraih WTP lima kali berurutan. Kami akan adopsi sistem yang diterapkan di Depok agar kami bisa meraih WTP di tahun 2017,” jelas Wakil Walikota Bogor.
Wakil Walikota Depok mengungkapkan, strategi yang dilakukan Depok adalah dengan membanggun pola komunikasi dan pengawalan yang ketat. “Review laporan keuangan dilaksanakan dua kali dalam setahun. Kami juga rajin mengingatkan diberbagai kesempatan, seperti di apel pagi dan rakor kami selalau membahas tentang laporan tersebut,” terangnya.
Pradi menjelaskan, OPD yang mengusulkan anggaran harus mampu melaksanakan dan mencatat dengan bukti dan dokumen yang benar. Sehingga catatan tersebut bisa menjadi laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. “Kami juga menggunakan sistem reward and punishmen dari pejabat hingga staf. Jika ada OPD yang tidak bisa menyelesaikan laporan hingga batas waktu yang ditentukan berakhir, maka akan diberikan sanksi. Sanksinya tidak memberikan haknya sampai mampu menyelesaikan tanggungjawabnya,” tegas pria asli Beji.
“Kami juga terus melakukan evaluasi dan menanamkan semangat untuk terus meng-upgrade pelayanan dan etos kerja. Semoga Bogor bisa mengadopsi dan mengimplementasikan apa yang telah kami lakukan hingga meraih WTP lima kali. Semoga kami juga dapat mempertahankan opini tersebut,” tutur Pradi menambahkan, kekuatan SDM dan pemimpin yang terus memaksa OPD untuk memberikan laporan secara tepat waktu juga sangat penting dalam meraih WTP. (olas)