Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 16 November 2016
Pemerintah Kota Depok tengah mensosialisasikan tagline Kota Depok, yakni a Friendly City. Tagline Kota Depok ini tercetus setelah dilakukan survey dan riset kepada warga Depok. Hasil riset tersebut diantaranya warga Depok merasa Kota Depok sebagai Kota yang nyaman untuk hunian. Depok dulu dan sekarang adalah kota hunian, sehingga semua program diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup baik secara fisik, mental dan spiritual. Depok kedepan tidak hanya rumah, namun ingin memberikan kenyamanan kepada warganya dan ingin membangun keterikatan (attachment) warganya dengan kota ini.
“Jika diibaratkan Kota Depok sebagai sebuah rumah, mari kita sama-sama membangun rumah ini agar terlihat baik dan indah. Branding kota ini, bukan hanya milik Walikota, bukan hanya milik Bappeda, tapi milik semua. Saya ingin agar semua pihak dapat meningkatkan pemahamannya terhadap city branding Kota Depok dan turut mensosialisasikannya kepada warga,” ajak Walikota Depok, Mohammad Idris dalam acara Sosialisai City Branding, di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (16/11/2016).
Walikota mengatakan, dalam menentukan branding ini diantaranya dengan mengetahui kekuatan, kelemahan dan peluang Kota Depok. Depok yang merupakan kota hunian dengan berbagai permasalahannya, diantaranya masalah tata ruang. Lebih lanjut dirinya mengatakan hanya 30% tata ruang yang baik di Kota Depok. “Masih banyak yang perlu kita benahi, khususnya ruang fasilitas publik yang digunakan untuk anak-anak muda kita.
Depok dengan adanya Universitas Indonesia, Gunadarma dan perguruan tinggi lainnya, tiap tahunnya banyak pendatang yang merupakan anak muda yang akan menuntut pendidikan di Depok. Hasil riset menunjukkan tidak kurang dari 30% tamatan UI pada akhirnya tidak meninggalkan Kota Depok, namun menetap dan menjadi warga Depok. Jadi Warga Depok terus bertambah tiap tahunnya. “Ini juga menunjukkan warga Depok merupakan orang-orang yang berpendidikan tinggi (lulusan UI, Gundar atau Perguruan Tinggi lainnya) dan juga orang-orang yang kritis,” ujarnya.
Tagline Depok a Friendly City, mengandung makna berbagi dan berkolaborasi. “Kita ingin Depok menjadi kota yang ramah, bersahabat, friendly. Bersahabat dengan seluruh komponen. Kota Bersahabat bukanlah mimpi, asal kita bekerja sama,” tutup Idris. (mira)