Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 1 November 2016
RW 09 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos resmi dicanangkan sebagai Kampung KB. Kegiatan pencanangan Kampung KB ini merupakan tindak lanjut dari program yang telah dicanangkan Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi pada tanggal 14 Januari 2016 di Kabupaten Cirebon, dimana diharapkan pada tahun 2016 di setiap kabupaten/kota harus dapat membentuk dan mencanangkan Kampung KB minimal satu Kampung KB.
Kampung KB merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga yang bertujuan membangun karakter bangsa Indonesia, dimana melalui Kampung KB diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terutama di wilayah kategori padat penduduk, terpencil dan minim akses terhadap fasilitas kesehatan. Dalam sambutan tertulis Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, yang dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BMPK) Kota Depok, berharap kegiatan pencanangan ini dapat dilanjutkan dengan pembentukan Kampung KB di setiap kecamatan lain. “Diawali komitmen antar Camat, Lurah dan elemen masyarakat untuk bekerjasama bersinergi dalam menetapkan wilayah garapan Kampung KB setiap tahunnya, diharapkan tahun 2017, Kota Depok memiliki minimal 11 Kampung KB. Dan ditahun berikutnya diharapkan setiap kelurahan mempunyai minimal satu Kampung KB,” kata Pradi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala BMPK Kota Depok, Eka Bachtiar pada acara Pencanangan Kampung KB di RW 09, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Selasa (1/11/2016).
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa ketahanan keluarga harus diawali dengan kualitas masing-masing individu anggota keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, anak dan anggota lainnya yang memiliki akhlak, nilai-nilai moral yang baik yang berlandaskan pemahaman agama yang kuat untuk diimplementasikan dalam keluarga dan masyarakat. “Paling sedikit ada delapan fungsi keluarga yang harus diterapkan, yakni fungsi agama, pendidikan, reproduksi, ekonomi, perlindungan, kasih sayang, sosial budaya dan pembinaan lingkungan. Dalam pelaksanaannya tidak hanya dilaksanakan dimasing-masing keluarga, tetapi ada keterkaitan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain, itulah makna pembentukan Kampung KB masa kini dan masa yang akan datang,” jelasnya.
Tak lupa dirinya menghimbau bahwa partisipasi semua pemangku kepentingan dan masyarakat mutlak diperlukan dalam pembentukan Kampung KB, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat itu sendiri. Karena partisipasi berbagai pihak akan sangat membantu kesuksesan program Kampung KB. (mira)