Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 31 Oktober 2016
Sukmajaya – Pemerintah Kota adalah Depok memiliki beberapa program unggulan, diantaranya Depok Zero Waste City.
Untuk mewujudkan program tersebut, Walikota Depok Mohammad Idris meninjau beberapa lokasi, yaitu stasiun Depok Baru dan Pasar Agung, Senin (31/10/16) pagi. Idris menjelaskan, pemilihan tempat tersebut berdasar pemantauan Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, dimana masih terdapat titik sampah yang cukup krusial.
Pemimpin Kota Depok menilai kondisi stasiun Depok Baru sudah cukup baik dari tata ruang dan sarana prasarana. “Yang harus menjadi perhatian adalah kebersihan dan penghijauan. Sediakan minimal dua tempat pemilahan sampah, yaitu organik dan non organik. Tempat sampah tidak harus mahal, yang penting ada pemilahan. Menggunakan plastik yang diberi keterangan juga bisa, agar pengunjung dapat melakukan pemilahan,” himbau Idris menambahkan untuk penghijauan, masih terasa agak gersang/kurang hijau. Penghijauan tidak harus ditanam ditanah, bisa menggunakan pot dan lain sebagainya.
Idris melanjutkan, untuk pemilahan sampah juga bisa dilakukan tiga jenis yaitu basah, kering, dan plastik secara khusus. “Di Pasar Agung, kami meluruskan dan memberikan pemahaman tentang pemilahan sampah. Kami ingin pemilahan sampah langsung dari sumbernya. Tempat sampah tidak harus mahal, dari kresek pun bisa,” tegasnya.
Walikota menerangkan, Zero Waste City merupakan program yang berbasis pada pemilahan sampah. “Mulailah biasakan memilah sampah dan budayakan memilah sampah mulai dari sumbernya, sebagai wujud mendukung dan mempercepat suksesnya Depok Zero Waste City,” ungkap Idris. Terlihat mendampingi saat peninjauan Kepala BLH, Kepala DKP, Kepala BMSDA, dan Camat Sukmajaya. (olas)