Siaran Pers

Pemkot Depok Terus Upayakan Pemenuhan Hak Lansia

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 26 Oct 2016
  • Waktu: 05:33 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Rabu, 26 Oktober 2016

Lanjut usia merupakan tahap atau fase akhir dalam perkembangan daur kehidupan manusia secara alami, dimana lansia identik dengan penurunan daya tahan tubuh, daya ingat dan kemampuan untuk hidup serta kepekaan secara individu. Namun demikian pencegahan penuaan secara dini dan kondisi tua yang jompo dapat dilakukan upaya-upaya yang nantinya dapat mencetak lansia-lansia yang yang tangguh, produktif, berguna, berkualitas, mandiri dan bahagia dimasa tua. Demikian yang disampaikan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, mengawali sambutannya pada acara Seminar Antar Generasi, di Aula Lantai 1, Gedung Balaikota Depok, Rabu (26/10/2016).

Jumlah lansia di Kota Depok cenderung bertambah. Pada Tahun 2014 Kota Depok memiliki jumlah penduduk lansia (usia>60 tahun) sejumlah 105.933 jiwa (5,2% dari jumlah penduduk), naik dari tahun sebelumnya 93.524 jiwa atau 4,7% dari penduduk Kota Depok. Sedangkan jumlah pra lansia (45-59 tahun) pada tahun 2013 sejumlah 260.511 orang atau 13,28%, meningkat pada tahun 2014 sebanyak 293.862 orang (14,45%). Terjadinya peningkatan populasi lansia tersebut dijadikan kekuatan bagi Kota Depok untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah yang akan dihadapi oleh para lansia.

“Pemerintah Kota Depok akan berupaya optimal dalam pemenuhan hak-hak lansia termasuk penyediaan sarana, prasarana umum dan fasilitas yang ramah lansia dalam rangka memaksimalkan terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan sosial yang bertujuan untuk memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktif, terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan lansia,” kata Pradi dalam acara yang mengusung tema “Menuju Depok Kota Ramah Lansia Dengan Menciptakan Peluang Wirausaha Untuk Lansia Sebagai Partisipasi Dalam Angkatan Kerja”.

Dalam upaya pemeliharaan kesehatan dan pemberdayaan lansia, saat ini di Kota Depok telah terbentuk 668 Posbindu. Untuk layanan kesehatan dasar terdapat 12 Puskesmas Santun Lansia. Pembangunan JPO juga dibarengi dengan penyebrangan khusus lansia, penyandang disabilitas serta ibu hamil. “Lansia merupakan salah satu dari gender yang patut mendapatkan perhatian, mendapatkan tempat dan penghormatan dalam berbagai pelayanan, baik kesehatan maupun kesejahteraan. Ini merupakan bentuk dan ciri manusia yang bermartabat dan berakhlak mulia yang menghargai orang tua,” ujarnya. (mira)