Siaran Pers

Idris : Jadilah Teladan GLS Untuk Anak

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 26 Oct 2016
  • Waktu: 04:27 WIB
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 26 Oktober 2016

Balaikota – Walikota Depok Mohammad Idris melaunching Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tingkat Kota Depok di lapangan Balaikota, Rabu (26/10/16) pagi.

Launching yang ditandai dengan pemukulan gong dihadiri Wakil Walikota Pradi Supriatna, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M Thamrin, Ketua Komisi D DPRD, Kepala OPD, dan Kepala Sekolah serta Guru di Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M Thamrin melaporkan, launching GLS diikuti oleh 45 sekolah SD dan SMP. Tema yang diusung dalam GLS adalah Gerakan Mengaji dan Membaca Ingatan Cemerlang (Gemmilang). “Semoga gerakan ini memberikan manfaat kepada anak didik. Karena membaca akan menambah wawasan dan mengaji akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.

Thmarin melanjutkan, Gemmilang bertujuan untuk membangun budaya literasi, dan menemukan hal-hal menarik dalam buku yang bisa menjadi bahan untuk berdiskusi secara positif. “Semoga Gemmilang dapat kembali menggiatkan literasi serta menumbuhkan komitmen literasi menuju jambore literasi Jawa Barat,” harapnya.

Pemimpin Kota Depok Mohammad Idris menyatakan GLS adalah program nasional. Literasi atau Gemmilang substansinya adalah membaca dan menulis. Kami menyebut literasi dengan Gemmilang, karena literasi terasa kurang akrab ditelingan masyarakat. “Intinya sama, yaitu meningkatkan budi pekerti anak dengan membaca dan menulis, serta mengaji,” terang pria kelahiran Jakarta.

Idris mengatakan, GLS harus wajib didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di sekolah saja. Tunjukan bahwa kita semua (orang tua) juga suka membaca. Jadilah teladan GLS untuk anak-anak. Agar anak-anak bisa menjadi pemimpin yang memiliki budi pekerti.

“Ayo lakukan GLS secara masif, agar kegiatan membaca, menulis, dan mengaji menjadi kebiasaan. Hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi budaya bagi warga kota Depok,” ajak Walikota menambahkan, bila GLS sudah menjadi budaya, maka tidak mustahil bangsa ini akan bangkit dan bertransformasi menjadi generasi emas, generasi yang bermartabat yang mampu bersaing di kancah internasioanl. (olas)