Siaran Pers

Festival Setu Depok 2014 Sebagai Upaya Wujudkan Depok Bersih & Hijau

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 15 Jun 2014
  • Waktu: 01:43 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Minggu, 15 Juni 2014

Festival Setu Depok 2014 yang digelar di Situ Bojongsari, Depok akan terselenggara selama 9 hari, yaitu 14-22 Juni 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan fungsi ekologis situ dan dampaknya pada lingkungan hidup. Festival ini juga dapat menjadi ajang bertemunya semua pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dengan keberadaan situ. (kolaborasi antar instansi & komunitas), yang nantinya bersama bisa menata kawasan rekreasi wisata budaya terpadu sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif di Kota Depok.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Kania Purwati mengatakan, keberadaan situ harus terus dijaga baik itu sempadannya maupun kelestariannya. "Kami BLH mendukung upaya itu, terutama untuk kualitas air dan sempadan untuk penghijauannya, sebab situ menjadi Ruang Terbuka Hijau yang merupakan daerah resapan air. Semoga Festival ini akan menjadi alternatif pusat rekreasi keluarga yang mengutamakan nilai kebersamaan, cinta lingkungan hidup & menyehatkan badan” ujar Kania seraya menambahkan, semoga tata kelola Situ Bojongsari dapat menjadi proyek percontohan pengelolaan situ yang terpadu. Festival ini melibatkan Pokja Situ serta berbagai Komunitas Kota Depok dan akan diramaikan dengan berbagai lomba, pameran karya Komunitas Hijau, penanaman pohon, tebar bibit ikan, bazar, seminar edukasi dari komunitas dan festival lampion.

Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il mengatakan dalam festival ini, kami melakukan proses deklarasi antar pihak (baik budayawan, artis, anak-anak muda, dan seniman) untuk bertekad merealisasikan kota Depok sebagai kota bersih dan hijau. Diantara upaya kami untuk mewujudkannya, kami mengajak semua warga masyarakat untuk melakukan implementasi memilah sampah dari rumah, melakukan program yang disebut 3R, dan yang paling penting adalah budaya menyelamatkan setu serta garis sempadannya. Garis sempadan setu, minimal 50 meter dari bibir air dan tidak boleh dilakukan proses pembangunan, jelas Pemimpin Kota Belimbing, Minggu (15/6).

Kami selalu mengajak masyarakat untuk mentaati dan menjaga kelestarian setu, menambah nilai manfaat kelestarian setu dengan manfaatkan bibir setu untuk menanam tanaman yang bermanfaat. Aksi penanaman di setu, sekaligus mensukseskan program arboretum di kota Depok yang saat ini sedang kita galang. “Festival ini benar-benar mengajak semua pihak untuk bergabung melaksanakan proses-proses mewujudkan Kota Depok Bersih dan Hijau. Salah satu upayanya adalah konsep kelestarian setu, memilah sampah yang benar, dan lain sebagainya. Festival ini adalah upaya untuk mengajak kesadaran warga Depok buat melaksanakan dan menerapkan garis sempadan setu, melakukan penanaman jenis tanaman yang bisa dipakai untuk meningkatkan koleksi tanaman di kota Depok, agar rencana dan tekad kita membangun arboretum Indonesia terwujud” tutur Walikota seraya menginformasikan bahwa tanggal 18 nanti akan ada seminar arboretum Indonesia. (olas)