Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 24 Maret 2016
Balaikota - Setelah tiga tahun menjalin kerjasama, Japan International Coorporation Agency (JICA) kembali menawarkan program penuntasan sampah di Kota Depok.
Program yang ditawarkan kali ini berfokus pada pengurangan volume sampah ke TPA. “Kami ingin melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Kota Depok. Kerjasama saat ini adalah pembangunan Recycle Center di Depok. Dengan membangun Recycle Center, maka volume yang ke TPA akan berkurang. Karena sistem dalam Recycle Center akan dijadikan sumber daur ulang dengan cara proses pemilahan, baik organic dan non organic, maupun yang menghasilkan nilai ekonomi atau tidak,” jelas Manager JICA, Mr. Tokurey, seraya berharap program ini bisa mulai dikomunikasikan April mendatang. Mr. Tokurey juga menginformasikan, lahan yang dibutuhkan sekitar 3800 meter.
Menaggapi tawaran tersebut, Walikota Depok Mohammad Idris akan mempertimbangkan dengan membuat kajian yang mendalam dan matang, sehingga nantinya berjalan lancar dan baik. “Kami belum bisa memberikan persetujuan kerjasama. Kami membutuhkan waktu untuk mengkaji secara komprehensif. Karena kami tidak mau Recycle Center dibangun, namun tidak efektif,” tegas Idris.
Pemimpin Kota Depok menilai, yang menjadi salah satu kajian atas tawaran tersebut adalah fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan, seperti infrastruktur, lahan, termasuk juga akses jalan ke Recycle Center. JICA membutuhkan sekitar 3800 meter lahan satu Recycle Center percontohan untuk 100-150 ribu jiwa. Dan kami juga harus memenuhi amanah Undang-Undang untuk menyediakan lahan RTH sebesar 30%. Pertimbangan lain, SDM kami terbatas dan anggaran RPJMD baru efektif 2017.
“Yang jelas, Saya tidak menjanjikan April untuk bisa melakukan komunikasi. Yang sekarang dibutuhkan adalah program yang dirasakan masyarakat, seperti menanamkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan agar mereka bisa memilah sampah,” jelas Walikota Depok. (olas)