Siaran Pers

Idris : Diklat Prajabatan Bukan Sekedar Syarat Formalitas

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 22 Mar 2016
  • Waktu: 05:40 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Selasa, 22 Maret 2016

Diklat prajabatan bukan hanya sekedar formalitas. Akan tetapi pembelajaran yang diperoleh selama diklat dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para peserta ketika kelak menjadi Aparatur Sipil Negara ketika kembali ke tempat tugas masing-masing, sehingga nantinya dapat turut mewujudkan visi Kota Depok yaitu "Kota Depok Yang Unggul, Nyaman dan Religius". Demikian yang disampaikan Walikota Depok, Mohammad Idris dalam sambutannya saat membuka acara Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Bagi CPNSD Kota Depok Tahun Anggaran 2016, di Kampus II Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat, Cimahi, Senin (21/3/2016). Terlihat hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok, para atasan langsung selaku mentor dan konselor siswa Diklat Prajabatan CPNS Golongan III Angkatan I dan II serta pejabat struktural dan fungsional widyaiswara Badan Diklat Daerah Provinsi Jabar.

Diklat Prajabatan merupakan salah satu program pemerintah dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Sesuai peraturan Kepala LAN Nomor 15 Tahun 2015, tujuan penyelenggaraan Diklat Prajabatan yaitu untuk membentuk PNS yang profesional, berkarakter nilai-nilai dasar profesi PNS, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat. 

Walikota Depok, Mohammad Idris juga mengatakan bahwa untuk menjadi birokrat yang profesional setidaknya harus memiliki empat  indikator. Pertama, memiliki ilmu pengetahuan untuk mengikuti perkembangan. Kedua, mampu mengamalkan dan mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan bagi sesama. Ketiga, dituntut agar memiliki ketaatan dan menjunjung tinggi etika keilmuan serta menghormati nilai-nilai sosial yang berlaku. Keempat, memiliki rasa tanggung jawab kepada Allah Swt atau sang pencipta. "ASN atau Aparatur Sipil Negara sebagai pelayan maayarakat setidaknya juga harus punya 3K, yaitu komitmen, kompeten dan konsisten. Ketiga hal ini akan memunculkan integritas, kapasitas dan profesionalitas. Kegiatan Diklat Prajabatan ini juga mempunyai nilai strategis bagi pembangunan bangsa, terutama pembangunan Kota Depok," ujar Walikota.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok, Sri Utomo, dalam laporannya menyampaikan peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan III angkatan I dan II Kota Depok Pemerintah Provinsi Jabar tahun 2016 sebayak 60 orang peserta yang terdiri dari 14 orang peserta laki-laki dan 46 peserta perempuan. Adapun Diklat Prajabatan berlangsung selama 33 hari atau 319 JP (Jam Pelajaran), dimulai dari tanggal 20 Maret sampai dengan 10 Mei 2016.

"Struktur kurikulum Diklat Prajabatan CPNS yang diangkat dari pelamar umum terdiri dari dua tahap pembelajaran yakni pertama, tahap internalisasi nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan PNS secara profesional yang meliputi Akuntabilitas PNS, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi atau disingkat ANEKA. Kedua, tahap aktualisasi nilai-nilai dasar PNS," kata Kepala BKD Kota Depok.

Lebih lanjut, Sri Utomo mengatakan untuk mempermudah pembelajaran struktur kurikulum pada Diklat Prajabatan ini dibagi menjadi sembilan mata diklat, yaitu Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Aparatur, Muatan Teknis Substansi Lembaga (MTSL), Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, Percepatan Pemberantasan Korupsi, Manajemen ASN, Pola Pikir ASN Sebagai Pelayan Masyarakat, Overview Kebijakan Penyelenggaraan Diklat, Dinamika Kelompok serta Review Kebijakan Penyelenggaraan Diklat.

Usai membuka Diklat Prajabatan, Walikota Depok memberikan kuliah umum kepada peserta diklat dengan materi " Reformasi Birokrasi dan Refolusi Mental ASN Pemerintah Kota Depok". (Mira)