Siaran Pers

Heli Super Puma Meriahkan HUT Satpol PP Ke-66 & Satlinmas Ke-54

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 16 Mar 2016
  • Waktu: 08:47 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Rabu, 16 Maret 2016

Seorang wanita berseragam Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlihat berlari sambil membawa tabung infus kecil. Dirinya menghampiri wanita lain yang tergeletak ditanah. Ternyata, wanita itu merupakan salah satu korban bencana. Sebanyak empat unit helikopter berjenis Super Puma milik Lanud ATS, helikopter Polri, dan dua unit helikopter Basarnas langsung diberangkatkan dari Lanud Atang Sanjaya Bogor. Mereka datang untuk misi penyelamatan korban bencana melalui jalur udara.

Sementara itu anggota Satpol PP Kabupaten Bogor yang bergabung bersama Satpol PP Jawa Barat nampak turun dari helikopter Super Puma dan helikopter Polri.
Tiap helikopter menerjunkan empat anggota Satpol PP dari ketinggian sekitar 50 meter. Setelah terjun, mereka langsung berlari menghampiri korban unutk melakukan evakuasi. Tak lama kemudian, helikopter Basarnas datang dan mendarat untuk mengevakuasi korban dari lokasi untuk diterbangkan ke rumah sakit terdekat.

Kejadian tadi merupakan simulasi penyelamatan yang dilakukan di Lapangan Tegar Beriman Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (15/3/2016) usai Upacara peringatan HUT Satpol PP Ke-66 dan Satlinmas Ke-54. Aksi simulasi tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, Bupati Bogor Nurhayanti, Bupati/Walikota, Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Jabar, serta sejumlah tamu undangan.

Aher mengatakan, Satpol PP diharapkan mampu membantu dalam penanganan bencana jika dibutuhkan oleh pemerintah. Mereka juga harus meningkatkan kemampuan dalam menangani bencana."Saya rasa mereka sanggup dan mampu dalam melakukan penyelamatan jika terjadi bencana," ujar Aher. Menurutnya, anggota Satpol PP bukan hanya sebagai penegak peraturan daerah (perda) saja. Namun, juga harus mempunyai berbagai kemampuan dalam menghadapi situasi di lapangan. “Bukan sekedar menegakkan Perda, tapi fisiknya juga harus kuat dan terampil,” kata Aher. (mira)