Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 15 Februari 2016
Balaikota – Ketua KONI Depok beserta jajarannya diterima oleh Pj. Walikot Depok di ruang kerjanya, Senin (15/02/16) pagi.
Kedatangan KONI ke Balaikota untuk beraudiensi dengan PJ. Walikota Depok terkait program KONI. Komite Olahraga nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Amri Yusra mengatakan bahwa selain untuk bersilaturahmi, kami juga ingin meminta masukan dari Walikota terkait program kegiatan yang akan dilaksanakan. “Kami akan menggelar Pekan Olahraga Kota (Porkot) Depok pada April atau Mei mendatang. Dimana Porkot akan diproyeksikan sebagai pemanasan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018,” ujar Amri.
Pj. Walikota Depok, Arifin Harun Kertasaputra mengarahkan untuk memperhatikan peta prestasi olahraga di Jawa Barat, khususnya yang berada diurutan atas. Setelah itu, intropeksi dan perbaiki segala sesuatu yang masih kurang. Saya yakin Depok bisa maju disegala bidang, termasuk olahraga. Karena Depok merupakan kota terbesar kedua setelah Bandung. Dimana IPM Kota Depok menduduki peringkat tertinggi di Jawa Barat dan peringkat tiga nasional.
Beliau menghimbau tentang pentingnya empat pilar dalam olahraga, yaitu KONI, Dispora, Disdik, dan Cabang-Cabang olahraga serta guru olahraga. Keempat pilar tersebut harus duduk bersama merancang skema pembinaan olahraga dan melahirkan grand design serta inovasi, sehingga bisa melahirkan prestasi olahraga yang lebih baik. Samakan persepsi untuk tidak memikirkan harus menjadi juara. Biasakan dulu olahraga/berlatih agar terbiasa,, sehingga nantinya menjadi kebutuhan dan berbuah prestasi. Jangan iming-imingi atlet dengan bonus,” tegas Arifin.
Dalam grand design, harus memperhatikan pola latihan, pemenuhan gizi, serta sarana dan prasarana atlet. Kerjasama dengan TNI/Polri terkait sarana dan prasarana untuk latihan atlet. Selain grand design, sports intelligence juga diperlukan. Hal itu untuk melihat bakat dan potensi yang ada di sekolah atau klub olahraga. Nantinya, sports intelligence akan melihat potensi cabang-cabang olahraga mana dan siapa atletnya yang bisa diikutsertakan dalam pertandingan. Arifin menegaskan untuk tidak membeli atlet dari luar. “Jujur saja dengan potensi sendiri. Amati dan lakukan pembinaan agar potensi berubah menjadi prestasi,” tegas Arifin. (olas)