Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 27 Januari 2016
Kulepas Dikau Sahabat, Kurelakan Dikau Berjuang, Demi Kejayaan Negara, Dikau Pergi Ke Medan Jaya. Demikian kutipan lirik lagu “Pantang Mundur” yang dipopulerkan oleh Titik Puspa. Lagu tersebut sedikit diubah dan dinyanyikan oleh Idris Abdul Shomad beserta istri yang dipersembahkan khusus untuk Nur Mahmudi Ismai’il yang telah satu dasawarsa memimpin Kota Depok.
“Pada Pak Nur Mahmudi, jangan lupakan Idris yang selama lima tahun bersama bapak,”ujar Idris dalam acara yang bertajuk ‘Indahnya Kebersamaan, Refleksi Satu Dasawarsa Kota Depok’ di Aula lantai 1, Gedung Balaikota Depok, Rabu (27/1/2016). Idris juga mengucapkan terima kasih pada seluruh Aparatur Sipil Negara dan warga Depok mulai dari RT/RW, Lurah, Camat dan lainnya yang telah bersama-sama membangun Kota Depok. Beliau juga mengatakan bahwa persahabatan, persaudaraan dan ukhuwah itu nomor satu.”Pilkada sudah usai, mari kita bergandengan tangan , bersama-sama membangun Kota Depok yang kita cintai. Saya mengajak kita semua untuk satukan langkah kita untuk kedepan yang lebih baik,”ajak Idris.
Senada, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan bahwa apapun perbedaan kita, walaupun prinsip kita berbeda, kita harus bersatu dan bergandengan tangan untuk membangun Depok tercinta. Dalam kesempatan tersebut, Hendrik tak lupa mengucapkan terima kasih atas pengabdian Nur Mahmudi pada Kota Depok. “Begitu banyak hal yang dapat kita nikmati bersama, hasil kepemimpinan beliau. Kita boleh berbeda pandangan, tapi bagaimana kita bisa menjadi satu dengan membangun komunikasi yang baik. Saya banyak belajar dari Pak Nur dan Pak Idris tentang bagaimana membangun komunikasi yang baik,”ujar Hendrik. Dirinya juga mengucapkan jalan untuk Nur Mahmudi Ismail dan selamat datang kepada Arifin H.Kertasaputra selaku PJ Walikota.
Sementara itu, Nur Mahmudi Isma’il yang baru mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Depok memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan selama dirinya memimpin Kota Depok. “Tentunya dalam penyelenggaraan pemerintahan ini tak lepas dari aneka kesalahan dan kekurangan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya masih warga Depok dan saya siap untuk berkontribusi bersama-sama dalam rangka turut serta dalam pembangunan Kota Depok,” ujar Nur Mahmudi. (mira)