Siaran Pers

Wujudkan Generasi Unggul Dalam 1000 Hari Kehidupan

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 22 Oct 2015
  • Waktu: 07:34 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Kamis, 22 Oktober 2015

Balaikota - Anak merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Sebagai modal dasar pembangunan, anak perlu mendapat perhatian serius oleh semua pihak. Mewujudkan generasi unggul yang memiliki kompetensi social, emosional, dan intelektual tidak bisa dilakukan dengan instan. Peran ini dimulai sejak dalam kandungan, dimana ibu dan ayah calon bayi memberikan nutrisi dan stimulasi terbaik semasa kehamilan.

Walikota Depok menyatakan, selama awal kehamilan hingga usia dua tahun sangat penting. Karena menjadi seribu hari pertama atau golden age. Saat itu menjadi waktu yang paling tepat untuk mengoptimalkan perhatian, memberikan kecukupan gizi, pemeliharaan terhadap masalah psikologis dan perkembangan perhatian terhadap anak.

“Pendampingan penting, pembukaan wawasan, dan pelatihan keterampilan untuk sang ibu juga penting, dari mulai pertumbuhan (utamanya organ vital/ otak), karena menentukan daya pikir dan kapasitas menyimpan daya ingat,” tutur Nur Mahmudi Isma’il usai membuka workshop kesehatan wanita dan anak di aula lantai 1 Balaikota, Kamis (22/10/15).

Untuk melahirkan generasi sehat, pria kelahiran Kediri ini memberikan beberapa strategi, diantaranya sang ibu pada saat hamil harus tenang jiwanya, harus cukup nutrisinya, harus ada perhatian dari suaminya. Dan saat melahirkan, harus benar-benar ditolong oleh tenaga medis yang benar atau tenaga kesehatan yang professional. Dimana tenaga medis dan professional tersebut, harus benar-benar membimbing dan mendampingi untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD sangat penting, dan vital terhadap daya tahan dan imunitas bayi. “Bayi harus minum kolostrum karena memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai antibodi kepada bayi dan mengenyangkan bayi pada hari-hari pertama hidupnya,” jelas Pemimpin Kota Depok seraya mengatakan stunting juga harus menjadi perhatian.

Stunting merupakan indikasi dari kejadian yang lebih serius, yaitu kemampuan kognitif dan resiko terjadinya penyakit tidak menular. Banyaknya anak pendek (stunting) menunjukkan besarnya kasus kurang gizi di Indonesia. Anak stunting tidak disebabkan oleh keturunan, tetapi lebih banyak disebabkan oleh rendahnya asupan gizi dan penyakit berulang yang didasari oleh lingkungan yang tidak sehat. Apabila janin dalam kandungan mendapatkan gizi yang cukup, maka ketika lahir, berat dan panjang badannya akan normal. “Stunting terletak pada saat hamil, karena kandungan yodium didalam makanan ibu kurang cukup. Sang ibu harus benar-benar memperhatikan asupannya agar kebutuhan yodium cukup sehingga tidak stunting,” tutur Nur Mahmudi menambahkan, dengan pelayanan kesehatan dan gizi paripurna diharapkan mencapai tumbuh kembang yang optimal serta mengatasi bayi stunting pada seribu hari pertama kehidupan.

Dengan meningkatkan kuliats kesehatan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan akan didapatkan generasi penerus yang lebih sehat dan produktif. Selain IMD, hal lain yang dapat dilakukan dalam 1000 hari pertama kehidupan antara lain; memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, timbang BB bayi secara rutin setiap bulan, memberikan imunisasi dasar wajib bagi bayi, pemberian ASI hingga 2 tahun dan berikan Makanan Pendamping ASI secara bertahap pada usia 6 bulan. (olas)