Walikota Serahkan Dana Operasinal Posyandu dan Posbindu
-
Penulis:Adminstrator
Tanggal:28 Sep 2015
Waktu:06:15 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 28 September 2015
Dana Operasional Posyandu dan Posbindu secara simbolis diserahkan oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, di Ruang Teratai, lantai 1 Gedung Balaikota Depok, Senin (28/9). Dana tersebut diberikan dalam acara Pelatihan Kader Posyandu dan Posbindu. Acara pelatihan yang mengusung tema “Melalui Pelatihan Kader Posyandu Kita Tingkatkan Kinerja Posyandu Dalam Melayani Masyarakat Untuk Mewujudkan Posyandu Integrasi Multifungsi” ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para kader posyandu dan posbindu dalam menjalankan tugasnya.
Dalam laporannya, plt BPMK, Widyati menyampaikan dana operasional diberikan kepada 998 posyandu serta 664 posbindu. “Jumlah dana yang diterima masih sama dengan tahun lalu yakni untuk posyandu sebesar Rp 2.750.000,- dan posbindu Rp. 1.000.000,- dipotong pajak”, ujar Widyati. Pembagian dana operasional untuk posyandu akan berlangsung hingga tanggal 5 Oktober dan untuk posbindu akan berlangsung hingga tanggal 8 Oktober. Pembagian dana operasional perdana diberikan kepada 127 posyandu wilayah Kecamatan Tapos dan 124 posyandu di wilayah Kecamatan Cimanggis.
Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il dalam sambutannya mengatakan bahwa para pengurus posyandu adalah orang-orang super. “Pengurus diposyandu adalah orang-orang super, karena ketika orang lain bekerja ada jam kerjanya, tapi pengurus posyandu tidak memiliki jam kerja,” ujar Walikota seraya berkelakar. Posyandu sebagai mitra pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terutama kesehatan ibu, bayi dan balita. Nurmahmudi juga berpesan pada para kader untuk senantiasa menebarkan semangat kepada warga untuk menjadi keluarga yang tangguh. “Kita tebarkan semangat mengajak seluruh warga agar menjadi keluarga yang tangguh, melalui bina keluarga balita agar tidak ada kasus kekurangan gizi, melalui bina keluarga remaja agar tidak terjadi kasus kenakalan remaja, dan juga melalui bina keluarga lansia”, tutur Nurmahmudi. (mira)