Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 23 September 2015
Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il menerima kedatangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, di Ruang Kerjanya, lantai dua, Gedung Balaikota Depok, Rabu (23/9). Asisten Ekbangsos, Asisten Tata Praja serta perwakilan dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) hadir mendampingi walikota. Maksud kedatangan BNN Kota Depok ialah ingin memperkenalkan Kepala BNN yang baru.
Kepala BNN Kota Depok yang lama yakni Rudi Hartono telah digantikan oleh Muhammad Saefudin Zuhri. Selain itu juga posisi Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) diisi oleh pejabat baru. “Selain untuk memperkenalkan diri , kita juga ingin bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok untuk menanggulangi narkoba, terutama terkait Indonesia yang dinyatakan darurat narkoba oleh Presiden. Kita ingin bersama-sama melangkah maju dengan Pemkot Depok untuk memerangi narkoba”, ujar Kepala BBN Kota Depok yang baru, Muhammad Saefudin Zuhri.
Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il mengatakan bahwa BNN Kota Depok harus bisa menyeimbangkan antara kebijakan Presiden melalui rehabilitasi seratus ribu penyalahgunaan narkoba di seluruh Indonesia dengan tetap menindak tegas para pengedar narkoba.”Kita harus kuat terlebih dahulu, jika tidak kita akan menjadi objek pasar dari Negara-negara maju, baik itu pasar produksi maupun teknologi”, ujar Walikota.
Selama ini BNN sebagai instansi vertikal telah menjalin kerjasama yang baik dengan Pemerintah Kota Depok. Bentuk kerjasama BNN Kota Depok dengan Pemkot Depok diantaranya ialah terkait dengan pencegahan atau preventif melalui edukasi dengan sekolah atau sosialisasi penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Saat ini BNN Kota Depok bersama dengan Dinas Kesehatan tengah menggagas berdirinya IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor).
IPWL berupa puskesmas atau Rumah Sakit yang dijadikan tempat para pecandu narkoba melaporkan diri untuk direhabilitasi. “Jadi Pecandu narkoba yang ingin berhenti dari kecanduannya dapat melaporkan dirinya ke IPWL”, jelas Kepala BNN yang baru, Muhammad Saefudin Zuhri. Saat ini Puskesmas Sukmajaya sudah berfungsi sebagai IPWL. Kedepannya Puskesmas Pancoran Mas dan RSUD Depok akan menyusul Puskesmas Sukmajaya untuk dibentuk IPWL.
Nur Mahmudi juga menambahkan bahwa yang tak kalah penting ialah melahirkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba. “Kita harus terus mengingatkan akan bahaya narkoba, bahwa itu benar-benar desdruktif, baik secara kesehatan, moral, kesukuan maupun budaya”, ujar Nur Mahmudi. (mira)