Siaran Pers

Penerimaan Tim Dokter Pemantau Hewan Qurban Oleh Walikota Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 23 Sep 2015
  • Waktu: 05:51 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 23 September 2015
Tim Dokter Pemantau Hewan Qurban Kota Depok diterima oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, dalam rangkaian Apel Pagi, di Lapangan Apel Balaikota Depok, Rabu (23/9). Dalam upaya menjamin keamanan serta kelayakan daging qurban pada pelaksanaan ibadah qurban 1436 H Tahun 2015, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pertanian dan Perikanan membentuk Tim Dokter Pemantau Hewan Kurban.

Tim Dokter Pemantau Hewan Qurban terdiri dari unsur Pemerintah Kota Depok 21 orang, dari Kementrian Pertanian RI 10 orang, serta dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor 71 orang. Penerimaan Tim Dokter Pemantau Hewan Qurban secara simbolis oleh Walikota Depok dengan menyerahkan kartu tanda petugas pengawas dan pemeriksa hewan qurban kepada drh. Avianto Hendrawan Setiaji dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Depok, Jarkasih Efendi dari Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Bidang Peternakan, drh. Widarto dari Kementrian Pertanian RI serta Budi Setiawan dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) atas pelaksanaan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan hewan qurban di Wilayah Kota Depok. Beliau juga mengucapkan selamat datang kepada tim dari Kementrian Pertanian RI serta mahasiswa-mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Hewan ITB yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kehadiran mereka adalah bagian dari relawan. Mereka melakukan pengawasan, pendampingan serta evaluasi hewan kurban”, ujar Nur Mahmudi. Beliau juga berharap kegiatan ini akan membawa hasil yang positif yang dapat memberikan rasa aman kepada para pembeli hewan qurban dan penerima hewan qurban.

Sementara itu, data ketersediaan hewan qurban di Kota Depok yakni jumlah lapak 406, jumlah hewan ternak 29.595 ekor yang terdiri dari sapi 1.187 ekor, kambing 13.470 ekor, domba 3.912 ekor dan kerbau 27 ekor. Jumlah hewan yang tidak/belum layak qurban sebanyak 1.898 ekor yang terdiri dari 1.737 ekor belum cukup umur, cacat 21 ekor, kurus 140 ekor. Sedangkan untuk jumlah hewan yang sakit ringan sebanyak 610 ekor terdiri dari sakit mata 283 ekor, sakit kulit 52 ekor, orf 79 ekor, flu 114 ekor dan gangguan pencernaan 82 ekor. Komposisi asal hewan qurban yang dijual di Kota Depok yakni 15,07 % berasal dari Depok dan 84,93 % dari luar Depok. Ketersediaan hewan Qurban untuk tahun ini meningkat 14,07 % dari tahun lalu (25.946 ekor). (mira)