Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 22 September 2015
Lima alumni diklatpim asal Pemerintah Kota Depok memamerkan "Proyek Perubahan" dalam Pameran Inovasi, di Badiklatda (Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah) Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu nomor 26, Bandung, Selasa (22/9). Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar, Senin kemarin.
Sejak tahun 2014 Badiklatda Provinsi Jabar telah menyelenggarakan Diklatpim dengan Pola Baru, dimana para pesertanya diwajibkan untuk membuat "Proyek Perubahan" yang merupakan bentuk inovasi dari para peserta dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara dengan metoda yang baru yang lebih efektif dan efisien.
Kurun waktu 2014-2015, Badiklatda Provinsi Jabar telah meluluskan kurang lebih 1500 orang. Dari sejumlah alumni, dilakukan evaluasi dan seleksi, serta terpilihlah 48 alumni yang diberikan kesempatan untuk menggelar karya inovasinya dalam "Pameran Inovasi" yang dilaksanakan Badiklatda Provinsi Jabar. Pameran Inovasi sebagai sarana publikasi karya inovasi Aparatur Sipil Negara, sehingga masyarakat memahami bahwa birokrasi juga mampu berubah dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
Dalam acara yang mengusung sub tema "PNS Juga Bisa Berinovasi" ini, 5 alumni Diklatpim asal Pemerintah Kota Depok ikut meramaikan Pameran Inovasi dengan karya terbaiknya.
Inovasi yang ditampilkan 5 alumni Diklatpim asal Kota Depok ialah pertama "Optimalisasi Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) Untuk Menjaga Keandalan Bangunan Gedung Bertingkat Di Kota Depok" oleh Dadan Rustandi, Kabid Pemukiman dan Tata Ruang Bangunan, dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman ( Distarkim). Manfaat dari inovasi ini adalah percepatan pelayanan bagi para investor dalam mendapatkan sertifikat laik fungsi bangunan. Kedua, "Membangun Sistem Informasi Kebugaran (Sibugar) Untuk Efektifitas dan Efisiensi Kegiatan Peningkatan Kebugaran Jasmani PNS di Kota Depok" oleh dr. Zakiyah, Kepala Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan, dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Sibugar memudahkan akses informasi kesehatan dan kebugaran, memudahkan input data status gizi dan tingkat kebugaran dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan peningkatan kebugaran jasmani PNS dan masyarakat Kota Depok. Sibugar dapat diakses melalui dinkes.depok.go.id.
Ketiga, " Sistem Informasi Posyandu (Sindu), Sistem Informasi Deteksi Dini Gizi Buruk di Wilayah UPT Puskesmas Kecamatan Limo" oleh dr. Fikrotul Ulya Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Limo, dari Dinas Kesehatan ( Dinkes). Sindu dimanfaatkan untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan oleh kader posyandu secara mudah dan cepat yang dapat diakses melalui http://202.46.7.38/sindu. Keempat, "Pembuatan Layanan Pojok Depok (Depok Corner) di Perpustakaan Umum Kota Depok" oleh Ima Halimah, Kepala Seksi Perpustakaan, dari Kantor Arsip dan Perpustakaan. Depok Corner atau Pojok Depok memudahkan masyarakat dalam meperoleh informasi tentang Depok baik media cetak dan elektronik yang dapat diakses melalui kap.depok.go.id/depokcorner. Kelima, "Satu Data Perencanaan Untuk Penyusunan Perencanaan Pembangunan Yang Berkualitas dan Berkelanjutan" oleh Jumali, Kasubid Perencanaan Program, dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ini merupakan aplikasi dalam upaya menyeleraskan proses dan mekanisme perencanaan pembangunan, satu data perencanaan, serta dapat diakses melalui satudata.bappeda.depok.go.id. Aplikasi ini mempemudah masyarakat dalam mencari informasi perencanaan dan hasil pembangunan di Kota Depok. (Mira)