Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum`at, 6 Juni 2014
Jum`at, 6 Juni 2014, bertempat di ruang kerjanya lantai 2 Balaikota Depok, disela-sela kesibukannya, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc bersedia untuk menjadi nara sumber utama atau key informan dalam beberapa penelitian untuk karya ilmiah Mahasiswa dari Universitas Gootingen Jerman, Universitas Indonesia dan Universitas Pancasila.
Tema yang menarik dan cukup berkenaan dengan bidang pemerintahan ini, membuat 2 mahasiswa s1, s2 dan s3 ini dapat berkesempatan untuk bertemu dan meminta Walikota Depok untuk menjadi key Informan mereka.
Mereka adalah Shanti Intansari dari S-1 Universitas Pancasila Jurusan Strategic Communication) mengangkat judul “Upaya Humas Pemkot Depok Dalam Mensosislisasikan ODNC”. Shanti sangat tertarik dengan Program ODNC dan menjadikannya sebagai objek penelitian, karena Walikota Depok mensinergikan program ini dengan program ODNR, dan program yang dipelopori langsung oleh Walikota, dengan tujuan mulia, yaitu untuk mengurangi polusi, sebagai upaya penghematan penggunaan bbm dan banyak di ikuti oleh daerah lain. Kedua adalah Ratih Aulia S-2 Universitas Indonesia Fakultas Ketahanan Nasional, Ratih sangat ingin mengetahui bagaimana analisis kebijakan ODNR di Kota Depok dalam menerapkan Diversifikasi Pangan. Ketiga adalah Mahasiswa dari Gottingen University of German, Reza Fathurrahman S-3 Jurusan Political Science.
Penelitian Reza ini, sedikit menarik dan rencananya, hasil penelitianna, akan diberikan kepada Pemerintah Kota Depok sebagai bahan evaluasi Pemerintah dalam menjalankan reformasi birokrasi lebih baik lagi.
Penelitian Reza membahas tentang Culture Birokrasi di Indonesia, Bagaimana PNS membawa reformasi birokrasi dalam pelayanan kepada public. Apakah PNS yang Resisten terhadap perubahan atau memang hanya masyarakat yang sudah tidak percaya kepada Pemerintah, sehingga Reformasi birokrasi dirasakan jaan di tempat, berdasarkan persepsi beberapa masyarakat. Melalui Penelitiannya, Reza ingin membuktikan hal tersebut dan mencari tau hasilnya, melalui penelitian yang ia lakukan. Ia akan mencoba membuat Pilot Project dengan RSUD Kota Depok yang menjadi objek penelitian.
Pada kesempatan ini, Reza berhasil mewawancarai Walikota Depok. Walikota Depok menjawab beberapa pertanyaan diantaranya yaitu,” Filosofi dan Prinsip Management dalam bidang kesehatan, lembaga yang kami miliki mencukupi terhadap pelayanan kesehatan. Namun kesehatan di wilayah, harus ada tindak promotif, preventif , karena dengan kedua hal tersebut akan meminimalisasi tindak koratif.
Dalam hal penanganan problema kesehatan di butuhkan kesiapan SDM, dan dibutuhkan sdm yang bekerja secara professional. Dalam sector coratif tidak cukup hanya RSUD, puskesmas juga harus dimanfaatkan dengan baik. Dinas Kesehatan juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Rs. Swasta untuk bekerja sama dengan Pemerintah dalam hal pelayanan masyarakat, terutama untuk masyarakat tidak mampu,”.
Culture Birokrasi pada Pemkot Depok sudah dalam level diatas rata-rata nasional, hal ini juga ditunjukan melalui beberapa penilaian secara Nasional, baik dari segi pelaporan keuangan, dan beberapa penghargaan yang diterima oleh kami dari hasil penyelenggaraan Pemerintah Daerah, begitu juga angka IPM yang ada di Kota Depok yang tergambar melaui beberapa indicator yaitu: pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. (Endang)