Siaran Pers

Nur Mahmudi Jadi Narasumber di Lemhannas

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 14 Sep 2015
  • Waktu: 07:47 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Senin, 14 September 2015

Jakarta - Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il menjadi narasumber dalam Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) IX Tahun 2015. P3DA  yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari kepala daerah di Indonesia, dan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari 4 Agustus sampai dengan 16 Oktober 2015.

Disana, Pemimpin Kota Depok menyampaikan materi tentang pengembangan SDM dalam rangka pembangunan daerah di aula Airlangga Kantor Lemhannas, Senin (14/09/15).  “Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara peningkatan kesejahteraan dengan fasilitas yang dimiliki. Untuk mengatasinya, Kepala Daerah membutuhkan suatu strategi, baik dalam segi kebirokrasian maupun strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tutur Nur Mahmudi.

Pria kelahiran Kediri ini menginformasikan, pertumbuhan penduduk di kota Depok terbilang tingg, karena itu kami berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM warga Depok, baik yang bergerak sebagai pelaku industri, dunia pendidikan, ataupun sektor perdagangan. Education For All’ adalah salah satu program pendidikan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas masyarakat. Dimana semua lapisan masyarakat mendapat kesempatan yang lebar dalam mengenyam pendidikan, baik yang umum hingga sekolah kejuruan. Kami juga memiliki program kejar paket A, B, dan C agar warga Depok memiliki izajah hingga SMA dan wajib belajar 12 tahun terealisasi.

Pertumbuhan penduduk yang selalau bertambah di Kota Depok, menjadi bonus demografi bagi kami. Beberapa langkah yang dilakukan untuk mengoptimalkan bonus demografi diantaranya (1) mengoptimalkan kualitas usia produktif dengan menumbuhkan sector rill dan UMKM serta memberikan pembinaan dan pelatihan bagi pemuda. (2) Menyiapkan usia muda menjadi SDM yang berkualitas dengan menyediakan sarana pendidikan dan menyelenggarakan pendidikan yang merata dan berkualitas. (3) Meningkatkan peran dan produktivitas usia tua dengan penguatan program Komda Lansia.

Bonus demografi tidak otomatis, tetapi dapat diraih dengan kebijakan yang tepat, seperti (1) SDM sehat dan terdidik, (2) tenaga kerja produktif, termasuk tenaga kerja perempuan, (3) stabilitas ekonomi, meningkatnya lapangan kerja. “Bila kita tidak memanfaatkan bonus demografi maka bisa terjadi dampak yang tidak baik seperti tingginya pengangguran, konflik social, dan angka kesakitan dan kematian tinggi,” papar Nur Mahmudi tak lupa menjelaskan tentang program Gerakan One Day No Rice yang dapat mengurangi pengangguran. (olas)