Pancoran Mas - Pengembangan dan pengoperasian Bus Rapid Transit merupakan implementasi dari visi dan misi Pemerintah Republik Indonesia periode 2014-2019, yaitu Konsep Trisakti dan Program Nawacita, dalam rangka perwujudan Cita ke-6, yaitu meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, disusun agenda program prioritas dalam RJPMN 2015-2019 antara lain membangun transportasi massal di kawasan perkotaan dengan arah kebijakan mengembangkan sistem angkutan massal yang modern dan maju dengan berorientasi kepada bus maupu rel, yang akan diwujudkan antara lain melalui strategi pengembangan bus rapid transit di 34 kota.
Bertempat di Terminal Depok, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il meresmikan PPD Transjabodetabek, Senin (07/08/15) pagi. Peresmian tersebut sebagai tanda mulai beroperasinya Transjabodetabek tujuan Depok Juanda - Tol Cijago - Tol Jagorawi - Cawang/PGC Cililitan - Grogol. Hadir dalam peresmian Direktur Utama PPD Pande Putusaya, Direktur Perhubungan Darat Joko Sasono, Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad, Aparatur Kepolisian dan para pejabat terkait lainnya.
Walikota Depok mengatakan bahwa Transjabodetabek merupakan alat transportasi yang mengintegrasi antar wilayah di Jabodetabek. “Mari kita cintai transportasi publik ini. Keberadaan Transjabodetabek ini mendukung program One Day No Car (ODNC) di Depok. Semoga Transjabodetabek bisa menjadi salah satu alternative bagi aparatur dan masyarakat Depok saat ODNC ataupun bahkan Every Day No Car” ajak Nur Mahmudi menambahkan, Trasjadebotabek juga bisa menjadi wisata transportasi murah. Dengan membayar Rp.9.000, kita bisa berkeliling ke wilayah Jadebotabek.
Direktur Perhubungan Darat Joko Sasono mengatakan, Depok dan Jakarta tidak bisa dipisahkan karena banyak masyarakat Depok yang beraktifitas di Jakarta sehingga beroperasinya Transjabodetabek merupakan salah satu fasilitas yang bisa mendukung kegiatan trasportasi publik.
Direktur Uatama PPD, Pande menginformasikan bahwa awak bus mendapat perhatian khusus dari manajemen Perum PPD, dimana seluruh pramudi diberikan pelatihan khusus untuk meningkatkan disiplin dan kemampuan teknis mengemudi. Pramudi diberikan kompensasi berupa gaji tetap dan insentif. Dengan kesejahteraan yang terjamin maka pramudi tidak lagi berprilkau ugal-ugalan dan ngetem. “Semua itu kami lakukan untuk memaksimalkan kenyamanan dan keselamatan penumpang selama dalam perjalanan,” terangnya.
Pande juga menginformasikan, saat ini ada 28 unit armada Transjabodetabek. Trans-Jabodetabek Koridor Depok – Juanda – Tol Cijago – Tol Jagorawi – Cawang/PGC – Grogol ini terintegrasi dengan koridor Trans-Jakarta (menggunakan jalur Bus Way). Sehingga masyarakat dapat melakukan transfer ke semua koridor Trans-Jakarta (sepanjang tidak keluar dari halte Trans-Jakarta) tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Layanan bus Transjabodetabek sepenuhnya berorientasi pada kualitas pelayanan yang mengacu pada standar pelayanan minimal dan menerapkan sistim informasi teknologi komunikasi berupa: (1) Sistem pembayaran dengan e-ticketing kartu PPD Parama dengan kemudahan isi ulang saldo di dalam bus. (2) Global Positioning system (GPS) (3) CCTV (4) Bus Management System untuk memastikan tercapainya kualitas pengawasan dan pengendalian operasional (5) Dan kedepannya akan dilengkapi dengan automatic passanger counting dan passanger information system. (olas)