Siaran Pers

Menuju Swasti Saba Wiwerda, Tim Recheking Kota Sehat Sambangi Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 07 Sep 2015
  • Waktu: 08:27 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Senin, 7 Agustus 2015

Balaikota – Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il menerima Tim Recheking Kota Sehat di ruang Nusa Indah Balaikota, Senin (07/09/15) pagi. Turut hadir Ketua evaluasi kota sehat Tk Prov Jabar Julianto, Ketua Tim Verivikasi Tk Nasional Ibu Tutut, Asisten Ekbangsos, Asisten Administrasi, Kepala Bappeda, Kepala Dinkes, dan Kepala Distarkim, serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Yulyanto.

Awali sambutan, Walikota Depok mengucapkan selamat datang kepada Tim Recheking. Terkait dengan kota sehat, pria kelahiran Kediri ini memaparkan tentang program One Day No Rice dan One Day No Car yang berdampak pada kesehatan, baik kesehatan pribadi maupun lingkungan. “Kami juga sedang berusaha mewujudkan arboretum atau kebun raya yang berisi beragam tanaman yang ada di Indonesia. Kebun raya ini nantinya akan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, konservasi, edukasi, wisata, dan lain sebagainya,” tutur Nur Mahmudi.

Asisten Administrasi Kota Depok Widyati  menjelaskan tentang Kriteria Kabupaten/Kota Sehat. Terdapat 9 tatanan (baik sektor kesehatan, maupun sektor non kesehatan) sebagai sasaran  yang bisa digarap sesuai dengan prioritas masalah masing-masing Kabupaten/Kota. Adapun Sembilan Tatanan tersebut, adalah: (1) Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum (2) Kawasan Sarana Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Tranportasi (3) Kawasan Pertambangan Sehat (4) Kawasan Hutan Sehat (5) Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat (6) Kawasan Pariwisata Sehat (7) Ketahanan Pangan dan Gizi (8) Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri (9) Kehidupan Sosial yang Sehat. “Semoga Kota Depok bisa memenuhi kesembilan kriteria kota sehat,” harapnya.

Setiap Kabupaten/Kota Sehat yang memenuhi kriteria akan diberikan  penghargaan “Swasti Saba”. Dimana ada tiga klasifikasi yaitu (1) Penghargaan Padapa untuk taraf pemantapan sekurangnya 4 tatanan (2)  Penghargaan Wiwerda untuk taraf pembinaan memilih 3-5 tatanan, (3) Penghargaan Wistara untuk taraf pengembangan memilih 5 tatanan. “Depok pernah meraih penghargaan Padapa. Saat ini, merupakan rechecking untuk menuju penghargaan Swasti Saba Wiwerda,” ujarnya seraya menginformasikan, peringkat kota sehat, ditetapkan berdasarkan 24 indikator nilai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). IPKM sendiri adalah indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan, yang dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas, yaitu Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), PSE (Pendataan Sosial Ekonomi) dan Survei Podes (Potensi Desa). (olas)