Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 31 Agustus 2015
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Depok periode 2013-2015 beraudiensi dengan Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il di ruang kerjanya di lantai 2 Gedung Balaikota Depok, Senin (31/8). Maksud dan tujuan audiensi ialah ingin melaporkan kegiatan KAMMI periode 2013-2015 sebagai mitra pembangunan pemerintah. Selain itu KAMMI akan mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) ke 4 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober untuk pergantian kepengurusan yang baru.
KAMMI adalah organiasi mahasiswa muslim yang berdiri pada tahun 1998 dan mengawal reformasi serta sudah menyebar diseluruh provinsi. Di Depok sendiri KAMMI dideklarasikan tahun 2004. Saat ini KAMMI Kota Depok tersebar diberbagai kampus di Depok, yang berbentuk komisariat ada di STIE SEBI dan STIE Al Huduwah. Jumlah kader saat ini 250 orang. Kegiatan KAMMI diantaranya meliputi gerakan politik, sosial masyarakat dan pembinaan kaderisasi. Di gerakan politik KAMMI lebih menyoroti event nasional seperti Pileg, Pilpres, untuk didaerah, KAMMI menyoroti Pilkada, dan untuk di Depok sendiri telah dibentuk wadah atau badan “Depok Education Watch”.
KAMMI juga merupakan satu-satunya organisasi kemahasiswaan di Kota Depok, yang terdaftar di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Untuk kegiatan sosial masyarakat, diantaranya pembinaan yatim duafa. Pembinaan ini tidak seperti BLT yang hanya sekedar memberikan dana tunai, tetapi pembinaan yatim duafa ini diberikan santunan serta dilakukan pembinaan dalam grup kecil dengan memberikan bimbel baik itu untuk PAUD dan SD dengan biaya murah yakni Rp 100.000,-/bulan yang digunakan untuk sapras seperti papan tulis dan lain sebagainya. Kedepannya KAMMI akan bermitra dengan Dinas Pendidikan Kota Depok. Sementara itu, KAMMI juga telah bermitra dengan Setda Kota Depok, dengan ditunjuk untuk memonitoring kesekolah-sekolah terkait PPDB, dan juga terkait angka partisipasi kasar dan murni.
Dalam audiensi ini, KAMMI memberikan penghargaan kepada Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il. “KAMMI menilai Nur Mahmudi Isma’il sebagai Walikota Depok tetapi memiliki kapasitas yang lebih besar, mempunyai visi dan jangkauan lebih besar. Sesuai dengan tagline pengkaderan KAMMI yaitu mencetak kepemimpinan dengan jargon muslim negarawan. Nur Mahmudi bukan politisi, tapi beliau adalah negarawan. Karena sangat bereda antara politisi dengan negarawan, kalau politisi memikirkan kepentingan golongan, kalau negarawan seluruhnya, dengan visi dan kepentingan yang luas untuk umat, harusnya beliau menjadi negarawan. Jadi KAMMI memberi award “Walikota Negarawan” kepada Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il”, papar Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Depok, Eko Wardaya.
Dalam audiensi dengan KAMMI, Walikota Depok mengatakan bahwa pengayaan pengalaman tidak bisa diulang dan sekecil apapun akan jadi goresan hidup. Dengan bergabung dalam sebuah organisasi seperti organisasi kemahasiswaan adalah suatu hal yang bagus dan akan dirasakan manfaatnya dikemudian hari. Beliau juga banyak memberi masukan kepada KAMMI bahwa banyak hal yang bisa dimitrakan dengan dinas selaku KAMMI sebagai mitra pembangunan.”Pemerintah dalam menghadapi organisasi yang kooperatif seperti ini, kita dapat menjadi patner. Selain itu juga organisasi tersebut harus memiliki manajemen yang bagus dalam proses kemitraan dengan pemerintah”, ujar Walikota. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas penghargaanyang diberikan kepadanya. (mira)